Tutur Mahaparana

L i n t a n g

Advertisements

Hujan… Lintang mengangkat kepala dari buku yang sedang ditekuninya, dan berjalan pelan menuju jendela. Dilukisnya dengan jemarinya aliran air yang menetes di birai jendela… Dinikmatinya suara tetes demi tetes air yang berlomba mencoba menembus kaca. Bian… sedang apakah laki-laki itu di saat hujan seperti ini ? Memeluk dan mendekap istrinya, atau sibuk merajut asa esok hari ? Puluhan tahun terlewati, ternyata cinta itu tak pernah mati. Dalam diam dibekukan waktu, ternyata dia tertidur dan terus tumbuh… Dan sekarang semuanya kembali hidup, berbalut kebencian dan amarah yang amat sangat. Dan Lintang terperangkap antara cinta dan benci selamanya, tanpa daya…

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

Alamat Redaksi : Jl. Taupik No.16 RT 05 RW 08 Lenteng Agung Jagakarsa Jakarta Selatan 12610

Kontak : Telp. (021) 78889785 | Email: liputan@nihdia.com | WA : 087777307219

Copyright © 2020 NihDia.com - Jendela Industri Kreatif Indonesia. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top