I b u S a r a s

By on January 1, 2018

Saya memanggilnya Ibu Saras, tapi orang lain dan anak-anak selalu memanggilnya dengan panggilan Tante Saras. Semula, Saya tak mengira ada yang istimewa dan luarbiasa dalam hidupnya. Ibu Saras adalah penjual makanan di sebuah sekolah swasta di Jakarta. Setiap hari, dia menyetir mobil tuanya ke sekolah itu. Sendirian, dia menyusun meja, kursi, menurunkan tabung gas, kompor, dan aneka makanan dan bahan makanan dari mobilnya.

Sampai suatu ketika, seseorang menceritakan kisah Ibu Saras pada Saya. Dulu, Ibu Saras adalah ibu rumahtangga biasa yang hanya disibukkan dengan mengurus rumah, suami dan anak-anaknya. Dengan karier bagus yang dimiliki sang suami, Ibu Saras hidup amat berkecukupun dan mapan. Punya rumah besar dengan halaman luas, dua buah mobil, dan 4 anak kecil-kecil yang berwajah rupawan dengan rentang usia TK sampai SD. Penampilan keluarga Ibu Saras pastilah menimbulkan kagum sekaligus iri pada sebagian orang yang melihatnya. Ayah yang tampan, Ibu yang cantik dengan penampilan modern, dan anak-anak lucu yang menyerupai model anak-anak di majalah-majalah, hidup tampak begitu sempurna….

Sampai tiba saatnya badai itu datang, dan roda berputar menukik ke bawah, tak lama setelah kelahiran si bungsu yang berkelamin laki-laki ( 3 anak sebelumnya perempuan)…Suami Ibu Saras kehilangan pekerjaannya…Dan sejak itu, musibah demi musibah, ujian demi ujian, datang seolah tanpa henti…Mulai dari uang pesangon dan tabungan yang terus menipis untuk bertahan hidup, salahsatu mobil bahkan hilang di parkiran ketika suaminya berusaha mencari pekerjaan baru, ditipu teman yang semula diandalkan menjadi rekan bisnis membangun usaha…Sungguh suatu hal yang amat berat untuk keluarga Ibu Saras yang terbiasa hidup enak.

Tapi semua itu masih belum cukup…ada ujian terbesar dan terberat yang harus diterima seorang istri, seorang perempuan… Di tengah beban berat yang terus mendera, suami Ibu Saras menikah lagi dengan perempuan lain ! Tapi Ibu Saras tak bergeming…dihapusnya airmata, dan didatanginya rumah keluarga istri muda suaminya. Caci maki dan hinaan yang keluar dari mulut keluarga madunya, ditelannya dalam diam. Keluarga istri muda suaminya itu bahkan mencaci suaminya juga, karena dianggap tak berguna dan tak bisa menafkahi istri mudanya dengan layak sesuai harapan. Tapi perempuan tegar itu cuma berkata : “Kalau suami saya tak lagi dibutuhkan di sini, bolehkan dia saya bawa pulang ? Karena Saya dan anak-anak masih membutuhkan ayahnya….???

Dan sejak itu, Ibu Saras banting stir, dia jual sedikit harta yang masih tersisa, dibelinya sebuah mobil tua dan beberapa meja kursi, dan mulai berjualan makanan di sekolah tempat anak-anaknya bersekolah…Sungguh pengorbanan luar biasa buat Ibu Saras, karena dia yang biasa naik turun mobil mengantar jemput anak-anaknya ke sekolah, rajin mentraktir sesama ibu-ibu yang sama-sama menunggu anaknya, kini harus menjadi penjual makanan di sekolah itu…

Tapi Allah menjawab semua pengorbanan, ketegaran, dan ketekunannya selama ini. Meskipun terbilang agak mahal dibanding penjual lainnya, makanan Ibu Saras selalu habis terjual. Dari hasilnya berjualan, dia bisa menyewakan dan memodali suaminya berjualan mie ayam di lokasi yang tak jauh dari tempatnya berdagang. Dia juga berhasil melunasi seluruh tunggakan biaya sekolah ke 4 anaknya. Dalam kesempitan, dia juga bertekad membayari kuliah seorang keponakannya.

Dan tahun lalu, ketika seorang anaknya telah menikah, dan 2 lainnya sudah bekerja, dan tanggungannya hanya tinggal si bungsu, Ibu Saras menunaikan ibadah haji…Allah sudah mengujinya dengan ujian demi ujian yang amat sangat berat yang bisa ditanggung seorang perempuan, seorang istri, seorang ibu…Dan Ibu Saras berhasil melewati semua itu…Allah mengganjar ketegarannya, ketabahannya, kesetiaannya, dan kerja kerasnya dengan pahala haji.

Selamat hari ibu, Ibu Saras…saya amat sangat kagum dan bangga untukmu…Engkaulah salah satu perempuan terhebat dan paling inspiratif yang pernah saya kenal…Bagi Saya, Engkaulah “mar’atu sholihah??? – istri sholehah yang sesungguhnya…

About Nila Kusumawardhani

Co-Founder / Editor @ NihDia.com. Owner @ CIRI COMMUNICATION.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply