A l d a …

By on January 1, 2018

Di KRL ekonomi jurusan Bogor – Jakarta, saya duduk di sebelah Alda, seorang waria. Di mulai dengan saling melempar senyum, akhirnya kami terlibat obrolan tentang berbagai hal, istimewanya tentang hidupnya dan kehidupannya sebagai pengamen jalanan. Sepanjang obrolan, Alda terus sambil bersolek. Menambahkan lem pada bulu mata palsunya, membedaki hidung, menebalkan alis, bahkan sambil mencabuti jenggot dan bulu-bulu di dekat jakunnya.

Di ujung obrolan, Alda minta didoakan agar “ngamennya rame” hari itu. Kami berpisah menjelang stasiun Pondok Cina. Menjelang turun, saya masih sempat melayangkan pandang ke arahnya. Alda ternyata sudah langsung tertidur lelap. Wajah manis bulat telurnya tampak lelah tapi cantik, imut, dan tanpa dosa. Mendadak, saya merasa “sayang” sekali padanya….Masih jauh perjalanannya menuju stasiun Jakarta Kota.

Entah kenapa, pertemuan dan obrolan dengan Alda meninggalkan kesan yang kuat pada saya. Ah, Alda dan Alda-Alda lainnya…siapakah yang akan menyayangi kalian ? Kaum yang terbuang dan terpinggirkan, tapi tetap tangguh meniti hidup…

 

About Nila Kusumawardhani

Co-Founder / Editor @ NihDia.com. Owner @ CIRI COMMUNICATION.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply