Pameran Fast Fashion – The Dark Side of Fashion dan Slow Fashion Lab

Kurator Pameran Fast Fashion – The Dark Side of Fashion dan Slow Fashion Lab, Dr. Claudia Banz (Museum Seni dan Kerajinan Hamburg), memberikan penjelasan kepada pengunjung

Sebagai bagian proyek IKAT/eCUT, Goethe-Institut mengadakan pameran Fast Fashion – The Dark Side of Fashion dan Slow Fashion Lab mulai hari Kamis 9  Maret 2017 hingga 9 April 2017 di Gudang Sarinah Ekosistem, Jakarta Selatan.

Tekstil adalah salah satu industri tertua dan sangat penting hingga saat ini di Indonesia, contoh terbaik dapat dilihat pada Batik yang secara resmi dinyatakan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya serta hingga kini dipakai oleh bangsa Indonesia. Namun dengan perkembangan industri fast fashion secara internasional, Indonesia pun menghadapi berbagai masalah kerusakan ekologi mikro-sistem dan sumber air yang disebabkan oleh sampah pewarna yang tidak terproses dengan baik, selain itu juga penggunaan racun serta air untuk produksi tekstil.

Pameran Fast Fashion – The Dark Side of Fashion, bagian dari proyek IKAT/eCUT Goethe-Institut,  memperlihatkan berbagai efek yang diakibatkan oleh industri fast fashion dalam skala global. Para pengunjung pameran dapat melihat secara kritis sisi kelam dari dunia fashion serta perilaku konsumsi. Melalui desain scenography yang khusus,  memandu para pengunjung ke pameran dengan urutan yang mudah dimengerti: dari proses konsumsi catwalk ke fotoshoot, dari jendela toko ke fitting room.

Divisualisasikan dengan instalasi khusus, info grafis, video serta contoh produk, pameran ini menjelaskan melalui tujuh tahap kompleksitas hubungan ekonomi, sosial dan ekologi. Pada saat yang sama menyatukan kompilasi unik karya dari para ahli dan seniman dengan latar belakang yang berbeda.

Dikurasi oleh Dr. Claudia Banz dari Museum fur Kunst und Gewerbe Hamburg (Museum Seni dan Kerajinan Hamburg), pameran ini bertujuan untuk menciptakan sebuah pemahaman segitiga global dari konsumerisme, ekonomi dan ekologi dengan beragam perspektif, yaitu: fashion, kemiskinan dan kemakmuran, global dan lokal, upah dan keuntungan, pakaian dan bahan kimia, pakaian dan keseimbangan ekologi. Pameran Fast Fashion sebelumnya diselenggarakan di Filipina, kini untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia dan nantinya akan dilanjutkan di Melbourne, Australia.

Para artist / designer pendukung berpose bersama Kurator Pameran Fast Fashion Dr. Claudia Banz, Kurator Pameran Slow Fashion Lab Aprina Murwanti (Dosen / Seniman Tekstil), Kurator Acara Pendukung Ika Vantiana (Seniman), ditemani para staff Goethe Institut

Sebagai bagian perbandingan dari sisi gelap Fast Fashion, pameran ini pun menampilkan Slow Fashion Lab yang dikurasi oleh dosen dan seniman tekstil Aprina Murwanti. Bagian integral dari pameran ini akan memperlihatkan produk-produk ekologis yang ramah lingkungan dari produksi Indonesia yaitu Universitas BINUS Jakarta dan perancang busana Haute Couture Aguste Soesastro. Bagian ini memungkinkan para pengunjung untuk mengalami secara mendalam mengenai perbedaan slow fashion dan fast fashion. Selain daripada produk-produk tekstil tersebut, slow fashion lab akan memberikan pemahaman tentang proses slow fashion, yaitu: materi-materi pameran, beragam teknik, inisiasi penelitian serta kolaborasi komunitas di Indonesia. Slow Fashion Lab fokus pada pemanfaatan air secara berkesinambungan pada produksi tekstil melalui penggunaan pewarna dan serat, future fashion, strategi desain pada air dan efisiensi energi, beragam aspek kultural yang mengetengahkan tekstil-tekstil tradisional, inisiasi pemanfaatan limbah melalui DIY serta implementasi slow fashion sebagai gaya hidup oleh perancang busana Aguste Soesastro.

Selain pameran, proyek ini pun akan menghadirkan beberapa acara pendukung yang dikurasi oleh seniman Ika Vantiani. Beberapa bagian dari acara interaktif ini adalah For Keepsake, Keep Me! Sebuah pameran tentang kain dan cerita dibaliknya; Repair Fair; Behind the Screen sebuah diskusi bersama beberapa professional di bidang fashion, Kuliah umum Is Sustainable Doable?, Handmade Fabric Day (demonstrasi proses slow fashion) dan Swap With Me, Baby (pesta pertukaran baju). Kami menggunakan pendekatan secara social pada acara ini dengan harapan untuk bisa memulai pembicaraan tentang konsumsi mode di tingkat kolektif maupun individu, dan juga untuk menginspirasi konsumsi alternative pada fashion yang berkelanjutan.

Fast Fashion – The Dark Side of Fashion adalah pameran dari Museum Seni dan Kerajinan di Hamburg yang dikurasi oleh Dr. Claudi Banz serta didukung oleh Yayasan Deutsche Bundesstiftung fur Umwelt, Yayasan Karin Stilke Stiftung. Di Jakarta pameran ini diselenggarakan dengan kerjasama BINUS Northumbria School of Design dan Dia.lo.gue Artspace.

Seputar IKAT/eCUT
IKAT/eCUT adalah program Goethe-Institut untuk menggali masa lampau, masa kini dan masa depan tekstil di Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru (serta Jerman).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program IKAT/eCUT Goethe Institut :

IKAT/eCUT
Website: https://www.goethe.de/ins/id/id/kul/pkt/icu.html
Facebook: https://www.facebook.com/IKATeCUT/

Goethe Institut (Pusat Kebudayaan Jerman) – Indonesia
Twitter: Goethe Institut ID @GI_Indonesien
Website: https://www.goethe.de/ins/id/id/index.html

Galeri Foto Pameran Fast Fashion – The Dark Side of Fashion & Slow Fashion Lab

 


Foto & Video: Didi S. – NihDia.com
Sumber: Press Release & Pameran Fast Fashion – The Dark Side of Fashion dan Slow Fashion Lab

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori "Entertainment Application". Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*