Lipton PossibiliTEA: Embrace Possibilities for a Brighter Side of Life

Lipton PossibiliTEA

Situs resmi “Lipton PossibiliTEA : Embrace Possibilities for a Brighter Side of Life” yang dapat diakses melalui http://www.lipton.co.id

Dalam rangka menggerakkan generasi dewasa muda untuk meraih hidup yang  lebih cerah, Lipton meluncurkan kampanye “Lipton PossibiliTEA: Embrace Possibilities for a Brighter Side of Life”. Melalui sejumlah kegiatan yang diperkenalkan, Lipton ingin menginspirasi, menyemangati dan memfasilitasi generasi dewasa muda dalam memberdayakan diri sehingga mendapatkan pengalaman hidup yang bermakna dan bermanfaat.

Mulyarasti Soehoed selaku Assistant Brand Manager Lipton PT. Unilever Indonesia, Tbk., menjelaskan, “Dalam kampanye ini, Lipton sebagai merek teh yang peduli dengan generasi dewasa muda akan menyediakan fasilitas yang tepat kepada generasi dewasa muda untuk memberdayakan diri. Lipton melakukan ini dilatarbelakangi oleh karakter generasi dewasa muda Indonesia saat ini yang berpindah-pindah tempat kerja (job hopping).”

Memburu pekerjaan impian yang menyebabkan kebiasaan berpindah kerja telah menjadi karakter para generasi dewasa muda Indonesia di era keterbukaan saat ini. Hasil survey dari Boston Consulting Group (BCG) dan World Federation of People Management Association (WFPMA) pada pekerja pemula (Mei 2013) menyatakan bahwa 60% dari generasi dewasa muda Indonesia yang baru meniti karir sudah pindah ke tempat kerja lain dalam waktu tiga tahun, dan bahkan sepertiga dari mereka sudah berganti pekerjaan sebanyak dua kali atau lebih dengan alasan ketidakpuasan di tempat kerja.

Karakter ini seringkali membuat generasi dewasa muda saat ini dicap sebagai generasi yang tidak bertanggung jawab. Kenyataannya, ini didasari oleh perbedaan nilai antara generasi dewasa muda dan generasi sebelumnya. Generasi dewasa muda saat ini lahir dan tumbuh di era keterbukaan, menghadapi perubahan di segala aspek yang tidak dapat diprediksi dan diterpa derasnya arus informasi. Maka dari itu, generasi ini menjadi generasi yang optimis memiliki kepercayaan diri dan semangat tinggi serta berani bereksperimen. Yang menjadi masalah, tidak adanya fasilitas yang tepat untuk menyalurkan semangat tinggi membuat proses memburu pekerjaan impian tidak berhenti.

Lipton PossibiliTEA - Mulyarasti Soehoed

Mulyarasti Soehoed selaku Assistant Brand Manager Lipton PT Unilever Indonesia memberikan keterangan seputar kampanye Lipton PossibiliTEA

“Generasi dewasa muda mestinya bisa lho mencoba membangun pekerjaan impian sedini mungkin. Maksudnya adalah memberdayakan diri, yaitu membuka diri terhadap beragam kesempatan, menggalinya lebih dalam dan bereksperimen. Buat yang baru lulus kuliah, mereka dapat melakukannya melalui magang. Bagi yang sudah bekerja, bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan pekerjaan yang saat ini dijalankan,”  ungkap Rene Suhardono selaku pembicara publik/social entrepreneur.

“Maka dari itu, generasi dewasa muda perlu fasilitas untuk memberdayakan diri, pertama melihat macam- macam kesempatan yang ada, terus menggali seluk-beluk sebuah profesi, bagaimana para sosok di dalamnya berusaha mencapai kesuksesan dan mencoba untuk merasakan sendiri bagaimana posisi dirinya di dalam bidang tersebut. Jadi yang dilakukan bukan memburu pekerjaan impian semata,” tambah Rene.

Mulyarasti menegaskan, “Lipton menyediakan fasilitas kepada generasi dewasa muda untuk memberdayakan diri melalui situs situs Lipton PossibiliTEA (www.lipton.co.id). Selanjutnya situs ini akan dimanfaatkan sebagai fasilitas Lipton Mentoring, yaitu tempat bagi generasi dewasa muda untuk berkonsultasi langsung dengan para sosok inspiratif. Sosok inspiratif tersebut hadir dari berbagai bidang untuk semakin memperluas wawasan generasi dewasa muda, mulai dari bidang kreatif, bisnis, seni sampai korporasi. Mereka akan berbagi cerita hidup dan berbagai contoh aktivitas yang dilakukan untuk mencapai kesuksesannya sehingga dapat menginspirasi generasi dewasa muda. Untuk sekarang ini, sosok yang digandeng adalah Rene Suhardono, Aty Samadikun (animation director), Amalla Vesta (travel consultant) dan Fira Basuki (penulis).

Menanggapi kampanye “Lipton PossibiliTEA”, Aty Samadikun seorang animation director menceritakan pengalamannya, “Meskipun tadinya bercita-cita lain namun saya memiliki keinginan terjun di dunia animasi dengan alasan ‘apa yang tidak mungkin menjadi mungkin’ melalui animasi. Sebelum saya terjun langsung ke dunia animasi saya bekerja sebagai digital visual effects artist. Di situ saya mendapat banyak kesempatan untuk mendalami animasi yang membuat saya bisa menjajaki hal yang lebih luas dari pekerjaan saya. Pada akhirnya, saya bisa memberdayakan diri dengan wawasan baru namun masih di bidang yang sama sehingga tetap berkarya.”

Lipton PossibiliTEA - Mentorship Program

Lipton PossibiliTEA – Mentorship Program

Lipton PossibiliTEA - IdeaFest

Lipton PossibiliTEA – IdeaFest

Lipton PossibiliTEA - Project Fund

Lipton PossibiliTEA – Project Fund

Lain halnya dengan cerita sosok inspiratif yang juga merupakan seorang independent travel consultant, Amalla Vesta yang mengakui, “Orangtua saya sering mengajak saya bepergian sejak kecil hingga akhirnya saya mencintai travelling. Awalnya di tahun 2004 saat saya masih bekerja di sebuah perusahaan, saya diminta mengatur outing kantor dan ternyata menyenangkan. Setelah itu, saya coba bantu mengatur perjalanan teman serta keluarga sebagai pekerjaan sampingan. Semakin lama saya menekuninya, semakin tahu destinasi-destinasi menarik dan punya network semakin luas. Setelah hampir 1o tahun bekerja kantoran dan sempat memiliki pekerjaan sampingan sebagai travel consultant selama lima tahun akhirnya saya meyakini bahwa menjadi independent travel consultant bisa menjadi profesi utama yang memberi pemasukan.”

Rene menyimpulkan, “Kunci dari memberdayakan diri adalah untuk memahami makna sebuah profesi untuk diri sendiri bukan untuk menentukan profesi yang akan dipilih, karena profesi bisa diartikan sebagai sarana untuk mencari uang, tapi bisa juga sebagai sarana berkarya dan berkontribusi. Pada akhirnya, generasi dewasa muda akan mendapatkan pengalaman hidup yang bermakna dan bermanfaat serta memiliki kematangan dalam bertindak atas dasar keputusannya sendiri menuju hidup yang lebih cerah.”

Mulyarasti menambahkan, “Sebagai wujud nyata yang berkelanjutan agar generasi dewasa muda bisa mendapatkan hidup yang lebih cerah, Lipton juga akan mengajak generasi dewasa muda untuk membangun pekerjaan impiannya dengan berpartisipasi dalam program Lipton Project Fund. Dalam program ini, generasi dewasa muda akan berkesempatan untuk mengerjakan project yang dibimbing langsung oleh para sosok inspiratif dan dibiayai oleh Lipton.”

Untuk menyebarkan semangat “Lipton PossibiliTEA” dalam menggerakkan generasi dewasa muda untuk mewujudkan keinginannya, Lipton juga berkolaborasi dengan IdeaFest 2013, yaitu festival dua tahunan yang menjadi ajang pertemuan industri kreatif, diisi oleh workshop dan konferensi dengan menghadirkan pembicara lokal dari berbagai industri. Melalui kolaborasi ini diharapkan generasi dewasa muda mampu untuk lebih memberdayakan diri.

“Serangkaian aktivitas dalam kampanye “Lipton PossibiliTEA” dilaksanakan karena Lipton menyadari bahwa generasi dewasa muda saat ini memiliki semangat tinggi dan keberanian. Oleh karena itu, Lipton akan selalu berusaha untuk menemani generasi dewasa muda dalam membangun pekerjaan impiannya menuju hidup yang lebih cerah melalui berbagai pilihan rasa yang dapat mengembalikan kesegaran tubuh dan pikiran, yaitu fruit flavours, infusion dan special blend,” pungkas Mulyarasti.

Tentang PT Unilever Indonesia, Tbk.

PT Unilever Indonesia Tbk telah beroperasi sejak tahun 1933 dan telah menjadi perusahaan fast moving consumer goods terdepan di pasar Indonesia. Dengan lebih dari 40 brand, termasuk Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Pond’s, Citra, Rexona, Rinso, Molto, Blue Band, SariWangi, Royco, Bango, Wall’s Ice Cream, Buavita dan masih banyak lagi. Unilever Indonesia telah ‘go public’ pada tahun 1981 dan saham-sahamnva tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Dengan delapan pabrik dan lebih dari 6.000 karyawan, Unilever berkomitmen tinggi untuk tetap melaju dan maju bersama Indonesia. Pada kuartal ketiga 2012, penjualan perusahaan tumbuh 17,4% menjadi Rp 20,3 triliun, sedangkan laba bersih tumbuh 20,8% menjadi lebih dari Rp 3,6 triliun.

Secara global, Unilever berambisi meningkatkan bisnisnya dua kali lipat sambil mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan menjadi setengahnya dan meningkatkan dampak sosialnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada tahun 2010 Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan, suatu strategi dengan tiga tujuan utama: Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan, Pengurangan Dampak Lingkungan dan Peningkatan Pendapatan. Di Indonesia telah ada berbagai pencapaian, antara lain, edukasi tentang cuci tangan pakai sabun yang sampai tahun 2011 telah menjangkau lebih dari 2 juta orang, kampanye sikat gigi pagi dan malam hari yang telah menjangkau lebih dari 6 juta anak sekolah, pengurangan kalori pada es krim Paddle Pop dan Moo, pengurangan limbah berbahaya di pabrik-pabrik Unilever sampai 71% (4 juta kg) pada akhir tahun 2010, penggantian lemari penyimpan es krim dengan lemari pembeku yang ramah lingkungan, peluncuran “Molto Sekali Bilas” yang ramah lingkungan, pembelian teh dan minyak sawit dari sumber yang lestari, pemberdayaan lebih dari 9.000 petani kedelai hitam, dan pengenalan bank sampah sebagai bagian dari program lingkungan Unilever di Indonesia, yang telah mengumpulkan lebih dari 772 ribu ton sampah.

Posisi Unilever yang kuat sebagai pemimpin pasar diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional yang telah diterima perusahaan. Pada tahun 2012, Unilever lndonesia menerima 153 penghargaan lokal dan regional dari media papan atas dan berbagai instansi pemerintah dan institusi lain, diantaranya: Asia’s Best Companies 2012 dari FinanceAsia; Indonesia Best Brand Award 2012 dari SWA & MARS Marketing Research; Satu dari lima emiten terbaik dari Indonesian Finance Review; Indonesia Most Favorite Women Brand 2012 dari Marketeers Magazine; Indonesia Top Brand Award 2012 dari Marketing magazine; Asia Best CSR Practices Awards 2012 dari CMO Asia; dan masih banyak lagi.

Untuk informasi lainnya tentang Unilever Indonesia dan brand, silahkan kunjungi www.unilever.co.id

 


Video (YouTube) : Didi S. – NihDia.com
Sumber : Peluncuran, Media Rilis, Situs Resmi Lipton PossibiliTEA 

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori "Entertainment Application". Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*