SONY IP Camera Next Generation (G6) Siap Masuki Pasar Indonesia

SONY IP Camera G6 Launching - Jakarta

PT Senjaya Solusi Sekurindo (SEKURINDO) selaku distributor SONY video security & surveillance system untuk wilayah Indonesia, baru-baru ini mengadakan seminar sekaligus peluncuran produk SONY IP Camera G6 (Generasi ke-6) bertempat di Ballroom Hotel Intercontinental Midplaza, Jakarta (30/1-2013).

Seminar yang dibuka oleh Jeffrey Liong selaku Direktur Utama SEKURINDO ini, dihadiri oleh berbagai perusahaan mitra SEKURINDO khususnya yang bergerak dalam instalasi / system integrator  video security & surveillance system untuk bisnis, organisasi, institusi, retail, industri, komersial maupun residensial. Peserta seminar bukan hanya datang dari Jakarta, namun juga dari berbagai daerah lainnya seperti Bandung, Surabaya, bahkan dari luar pulau Jawa.

Sebagai salah satu pemimpin pasar produk video security & surveillance System, SONY terus berinovasi mengembangkan berbagai teknologi terbaru yang dibenamkan dalam jajaran produk teranyar mereka. Salah satunya adalah  SONY IP Camera G6 yang merupakan tonggak baru dalam pengembangan teknologi video surveillance berbasis IP / Network. SONY video security & surveillance system sendiri mempunyai berbagai lini produk lengkap mulai dari Analog &  IP Camera (dome, speed dome, box, PTZ, vandal), Recording System, hingga Camera Housing.

IP / Network Camera adalah sebuah perangkat kamera berdiri sendiri (stand alone) yang mampu mengirim dan menerima data melalui jaringan komputer / internet sehingga penggunanya dapat menyaksikan secara langung (live view) video full motion yang ditangkap kamera tersebut dari lokasi manapun di dunia. IP / Network  Camera biasanya digunakan untuk memantau aset / properti / bisnis maupun rumah. Dengan kemampuan untuk merekam video ke lokasi penyimpanan yang berbeda (remote location), memungkinkan IP / Network  Camera menyimpan rekaman video secara aman di lokasi yang diinginkan oleh pengguna.

Menurut Timotius selaku Wakil Direktur PT Senjaya Solusi Sekurindo, tren dunia untuk video security & surveillance system saat ini ke arah IP / Network dengan lonjakan permintaan sekitar 28% setiap tahunnya.  Untuk kondisi video security & surveillance system di Indonesia sendiri saat ini 70% masih menggunakan teknologi analog, sedangkan 30% sudah beralih ke teknologi berbasis IP / Network yang sebagian besar diserap oleh sektor pemerintah (goverment) dan sektor pertambangan (mining).

Potensi pasar produk video security &  surveillance system berbasis IP / Network di Indonesia sangat besar, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan video surveillance beresolusi tinggi HD (High Definition) dan Full HD   yang merupakan salah satu keunggulan IP / Network camera (atau biasa juga disebut mega pixel camera).  Selain itu kebutuhan akan upgrade dan migrasi dari analog ke IP / Network video security & surveilance system pun terus meningkat dari waktu ke waktu.

Resolusi dalam dunia analog atau digital adalah serupa, tetapi ada beberapa perbedaan penting dalam bagaimana resolusi tersebut didefinisikan. Dalam video surveillance analog, resolusi diukur berdasarkan TV Lines (TVL) karena teknologi video surveillance analog berasal dari industri televisi. Sedangkan dalam video surveillance digital, resolusi diukur berdasarkan pixel persegi.

Resolusi tertinggi pada teknologi pemantauan video surveillance analog dibatasi oleh resolusi maksimal layar televisi analog yaitu 540TVL (TV Lines)  dengan format standar PAL (720 x 576, 25 fps) maupun format standar NTSC (720 x 480, 30 fps). Saat ini telah tersedia kamera video surveillance analog dengan resolusi di atas 540TVL (600TVL, 700TVL, dan seterusnya) yang menawarkan peningkatan ketajaman gambar walau resolusi maksimal untuk perekaman tetap 540TVL.

Resolusi analog ini pada berbagai skenario pemantauan video dirasa kurang memadai, sehingga IP Camera dengan teknologi digital yang menawarkan resolusi HD (1280 x 720) dan Full HD (1920 x 1080) atau resolusi lebih tinggi (5 Mega Pixel, 11 Mega Pixel, dan seterusnya) merupakan solusi terbaik untuk pemantauan video yang memerlukan detail tinggi dengan frame rate 30 fps (frame per second) atau lebih.

Lebih lanjut Timotius menjelaskan, SONY sebagai salah satu pemimpin pasar IP Camera di dunia terus berupaya meningkatkan kualitas produknya dengan berbagai inovasi teknologi, namun dengan harga yang tetap kompetitif. Hal ini ditunjukkan SONY  pada ajang pameran sekuriti internasional IFSEC 2012  dengan mengumumkan standar baru dalam teknologi pemantauan video berbasis IP / Network pada jajaran produk SONY IP Camera G6 terbaru, dilanjutkan dengan peluncuran produk tersebut ke pasaran di awal Januari 2013.

Teknologi IPELA Engine pada SONY IP CAMERA

Teknologi IPELA Engine pada SONY IP CAMERA

SONY IP Camera G6 diperkuat oleh SONY IPELA Engine dengan beragam teknologi terbaru dari SONY seperti EXMOR Sensor, View-DR, Visibility Enhancer (VE), X-DNR, DEPA, Image Stabilization (IS) dan beragam teknologi lainnya yang mampu memberikan kinerja terbaik dan tingkat sensitivitas tinggi  untuk pemantauan video di berbagai kondisi sulit  seperti di lokasi yang terlalu banyak cahaya (strong backlighting) atau di lokasi yang minim cahaya (low lighting).

Selain itu peningkatan maximum frame rate dari 30 fps menjadi 60 fps pada SONY IP Camera G6 baik resolusi HD (1280 x 720) maupun Full HD (1920 x 1080), memungkinkan pengguna untuk menganalisa frame by frame dengan jumlah detail dua kali lipat dibanding kamera generasi sebelumnya.

Teknologi View-DR (View Dynamic Range) yang dikembangkan SONY merupakan salah satu pencapaian penting dalam teknologi pemantauan video berbasis IP / Network. View-DR memanfaatkan teknologi Wide Dynamic Range, sensor EXMOR berkecepatan tinggi dan Visibility Enhancer (VE). Dynamic Range adalah kemampuan chip pencitraan untuk mengkonversi informasi cahaya. Semakin besar Dynamic Range sebuah kamera, semakin baik kemampuannya untuk menangani kontras pencahayaan gelap / terang yang ekstrim. Dengan teknologi View-DR, besarnya Dynamic Range pada SONY IP Camera G6 mampu mencapai 130dB (resolusi HD & Full HD)  dua kali lipat dibanding besarnya Dynamic Range pada kamera analog biasa yang hanya 65dB.

Teknologi VIew-DR

Teknologi View-DR yang dikembangkan SONY memanfaatkan teknologi Wide Dynamic Range, Sensor EXMOR berkecepatan tinggi dan Visibility Enhancer (VE)

X-DNR (eXcelent Dynamic Noise Reduction) adalah teknologi SONY untuk mendeteksi dan mengurangi noise (bintik-bintik) pada pemantauan video di lokasi dengan pencahayaan rendah. X-DNR memanfaatkan metode 2D dan 3D Noise Reduction sehingga mampu menghasilkan  gambar yang lebih jelas sekaligus mengurangi blur pada obyek bergerak pada lokasi minim cahaya seperti di area outdoor pada malam hari, basement gedung, gudang, dan lain-lain.

DEPA (Distributed Enhanced Processing Architecture) Advanced merupakan solusi SONY untuk IP Surveillance yang menggabungkan analisa video cerdas (Intelligent Video Analytics) untuk mendeteksi dan mengidentifikasi gerakan obyek secara realtime dan memprosesnya sesuai dengan aturan / filter yang telah ditetapkan oleh pengguna. DEPA mempunyai serangkaian algoritma cerdas untuk mendeteksi keberadaan obyek melalui deteksi pergerakan (motion detection),  deteksi gangguan (tampering detection), dan yang terbaru adalah deteksi wajah (face detection).

DEPA Advanced menawarkan kemampuan analisa video cerdas dengan menggabungkan berbagai filter, mendeteksi kemunculan suatu obyek yang telah ditetapkan, membuat virtual trip wires, mendeteksi obyek yang tertinggal maupun yang hilang, dan lain-lain. DEPA dengan cerdas hanya memproses  suatu event atau kejadian apabila obyek  yang dideteksi sesuai dengan aturan atau filter yang telah ditetapkan sehingga mengurangi beban kerja server dan jaringan, meminimalkan penyimpanan (reduce storage), dan meningkatkan stabilitas sistem secara keseluruhan.

Salah satu contoh pemanfaatan DEPA adalah sistem SONY IP Camera G6 dapat diatur hanya memproses suatu event bila obyek yang terdeteksi adalah manusia. Bila obyek yang terdeteksi bukan manusia, DEPA tidak akan memproses event tersebut sehingga akan menghemat bandwidth jaringan dan meminimalkan penyimpanan. DEPA merupakan platform yang dikembangkan SONY untuk solusi IP  Surveillance yang handal, efisien dan hemat biaya.

Dengan format kompresi video H.264 yang digunakan,  SONY IP Camera G6 dapat meminimalkan storage dan bandwidth saat merekam atau mengirim video di dalam jaringan. Selain itu pengguna dapat menentukan sendiri tingkat efisiensi dari kompresi video yang digunakan melalui tiga pilihan tingkat kompresi yaitu baseline profile (standard compression), main profile (medium compression) dan high profile (very high compression). SONY IP Camera G6 juga mendukung perekaman audio berkualitas tinggi berformat  AAC dengan sampling rates 16 khz dan 48khz.

Berbagai fitur lain yang terdapat pada SONY IP Camera G6 adalah : Image Stabilization, Easy Focus, Easy Zoom, Live View Streaming, Real Time Mobile Monitoring, SD Card, dan lain-lain.

SONY HD IP Camera G6

SONY HD IP Camera G6 (720p, 60 fps) seri V (High-End) telah tersedia di Indonesia yaitu SONY SNC-VB600 IP Box Camera (atas) dan SONY SNC-VM600 IP Mini Dome Camera (bawah)

Untuk saat ini SONY IP Camera G6 yang telah tersedia di Indonesia adalah SONY SNC-VB600 IP Box Camera dan SONY SNC-VM600 IP Mini Dome Camera. Keduanya merupakan produk SONY IP Camera G6 seri V (High-End) yang menyasar pengguna menengah ke atas dan dibanderol dengan harga sekitar 13 juta rupiah per unit. Adapun SONY IP Camera G6 seri X ( Entry-Level) dan Seri E (Menengah) dengan harga lebih ekonomis, akan tersedia dalam waktu dekat.

Seluruh IP Camera SONY telah dilengkapi dengan software SONY RealShot Manager Lite secara gratis (free) yang mendukung hingga 9 IP Camera tanpa tambahan biaya. Pengguna SONY RealShot Manager Lite juga dapat mengupgrade software tersebut ke RealShot Manager versi penuh (full version) dengan berbagai teknologi dan fitur lanjutan yang mendukung hingga 32 IP  Camera atau lebih. Tentunya dengan biaya lisensi tambahan yang dihitung berdasarkan jumlah IP Camera yang digunakan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk SONY video security & surveillance system dapat menghubungi :

Cipta Usaha Mandiri
Jl. Taufik No.16 Lenteng Agung
Jakarta Selatan 12610
Telp/Fax : (021) 78889785

Contact Person :
Nila K.  (Hp. 087 87807 6305)
Didi S.   (Hp. 0815 1111 9755)

 


Gambar / Foto : Website SONY, PT Senjaya Solusi Sekurindo
Sumber : SONY Ipela Engine G6 Product Launching, Website SONY, PT Senjaya Solusi Sekurindo, dan berbagai sumber lainnya

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori “Entertainment Application”. Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*