Indonesia Raih 7 Penghargaan Bergengsi APICTA Awards 2012

Delegasi Indonesia - APICTA Awards 2012

Delegasi Indonesia raih 7 penghargaan di ajang Asia Pacific Information and Communications Technology Alliance (APICTA) Awards 2012 Brunei Darussalam

Delegasi Indonesia yang terdiri dari pelajar / mahasiswa dan profesional Information & Communications Technology (ICT) yang sebelumnya merupakan para pemenang kompetisi Indonesia ICT Awards (INAICTA) 2012, berhasil meraih tujuh penghargaan bergengsi pada ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2012 yang berlangsung di Empire Hotel and Country Club Brunei Darussalam 3 – 5 Desember 2012 lalu.

Ketujuh penghargaan tersebut adalah  dua penghargaan sebagai Pemenang (Award Winner) dan lima penghargaan  sebagai Runner-Up (Merit Award).  Prestasi  ini merupakan salah satu pencapaian terbaik Delegasi ICT Indonesia sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang kompetisi bagi para pengembang aplikasi ICT dan digital multimedia paling bergengsi se-Asia Pasifik ini. Prestasi terbaik lainnya dibukukan Indonesia dengan menyabet tiga Award Winner dan satu Merit Award  pada APICTA Awards 2008 Jakarta.

Berikut ini 7 penghargaan APICTA Awards 2012 yang berhasil diraih Delegasi ICT Indonesia di APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam :

Award Winner :

  • AKSARA, DreamBender Indonesia (Rizky Ario Nugroho, M. Endri Irfanie, Dwi Cahyo Nugroho, Asendia Mayco, Ahmad Agung Ahkam)  – Award Winner Kategori e-Inclusion & e-Community
  • LEXIPAL, Universitas Gadjah Mada (M. Risqi Utama Saputra, Vremita Desectia Amretasari, Vina Sectiana Amretadewi) – Award Winner Kategori Tertiary Student Project

Merit Award (Runner-Up) :

  • AMPLIFIKATION CREME karya Kuassa DSP and Audio Software – Merit Award Kategori New Media and Entertainment
  • VEDA – SmartHome & Energy Monitoring karya Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Budiarto, Peradnya Dinata, Husein Muhammad Mufti, Renjaya Raga Zenta) – Merit Award kategori Tertiary Student Project
  • eMART INDONESIA karya Universitas Gadjah Mada (Trias Nur Rahman, Ema Fitriana, Nurvirta Monarizqa) – Merit Award kategori Tertiary Student Project
  • SECUREX karya SMKN 4 Bandung (Arrival Dwi Sentosa, Dean Rikrik Ichsan Hakiki) – Merit Award kategori Secondary Student
  • EDUNESIA.ORG karya SMAN 1 Sidoarjo (Muhammad Rindo Wardhana, Muhammad Rizki Aulia Rahman Maulana, Muhammad Arifin) – Merit Award kategori Secondary Student Project

Tim DreamBender Indonesia dengan anggota Rizky Ario Nugroho Rizky Ario Nugroho, M. Endri Irfanie, Dwi Cahyo Nugroho, Asendia Mayco dan Ahmad Agung Ahkam (seluruhnya alumni Institut Teknologi / STT Telkom Bandung), kembali membuktikan kepiawaian mereka sebagai pengembang aplikasi yang kerap meraih penghargaan  di berbagai kompetisi ICT internasional.

Delegasi Indonesia - APICTA Awards 2012 #23

Tim DreamBender Indonesia saat menerima penghargaan sebagai Pemenang (Award Winner) Kategori e-Inclusion & e-Community APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam. Penghargaan diberikan oleh Putera Mahkota Brunei Darussalam, Haji Al-Muhtadee Billah

Dua tahun berturut-turut, Tim DreamBender Indonesia berhasil memboyong Award Winner pada kategori e-Inclusion & e-Community APICTA Awards lewat karya mereka AKSARA (APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam) dan ISARA (APICTA Awards 2011 Thailand).  Selain itu, karya mereka lainnya yaitu SPARKINS, juga berhasil meraih Merit Award untuk kategori Tertiary Student Project (APICTA Awards 2011 Thailand). Ketiga aplikasi tersebut dikembangkan sebagai aplikasi bantu untuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan dan pendengaran maupun bagi mereka yang buta huruf.

AKSARA merupakan Aplikasi Text-to-Speech, Language Translator, Ensiklopedia, Read and Write System yang dikembangkan memanfaatkan perangkat sensor gerak Microsoft Kinect dan Augmented Reality. ISARA merupakan aplikasi Kamus Bahasa Isyarat berbasis Natural User Interface (NUI) yang juga dikembangkan dengan memanfaatkan perangkat sensor gerak Microsoft Kinect. Sedangkan SPARKINS merupakan aplikasi berbasis sentuh untuk pembelajaran mesin tik Perkins bagi anak-anak penyandang tunanetra sebagai solusi baca tulis bagi mereka pada komputer tablet.

Sementara Award Winner pada kategori Tertiary Student Project APICTA Awards 2012 berhasil diboyong oleh Tim LEXIPAL Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dikembangkan oleh M. Risqi Utama Saputra, Vremita Desectia Amretasari, Vina Sectiana Amretadewi. Prestasi ini melengkapi pencapaian Tim LEXIPAL UGM di ajang kompetisi ICT  internasional setelah awal November 2012 lalu mereka berhasil meraih Gold Medal for Best Technology dalam International ICT Innovative Service Contest (InnoServe Contest) 2012 di Taipei, Taiwan.

Tim LEXIPAL UGM raih Penghargaan Pemenang (Award Winner) kategori Tertiary Student Project APICTA Awards 2012

Tim LEXIPAL Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menerima penghargaan sebagai Pemenang (Award Winner) kategori Tertiary Student Project APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam. Penghargaan diberikan oleh Putera Mahkota Brunei Darussalam, Haji Al-Muhtadee Billah

LEXIPAL “Kinect-based Dyslexia Therapy” merupakan aplikasi untuk menjalankan terapi Dyslexia secara efektif dan menyenangkan menggunakan perangkat Microsoft Kinect. Dyslexia sendiri merupakan salah satu kondisi ketidakmampuan belajar (learning disabilities) yang berakibat para penderita mengalami kesulitan dalam membaca.

Tim LEXIPAL menciptakan solusi terapi Dyslexia yang menyenangkan melalui gamifikasi menggunakan Microsoft Kinect, namun tetap tidak keluar dari koridor penyelenggaraan terapi Dyslexia. Salah satu contoh fiturnya adalah Spelling / Pronouncing Game, yaitu permainan yang didesain untuk meng-encourage penyandang Dyslexia dalam mengucapkan suatu huruf / kata yang sulit diucapkan. Penyandang Dyslexia akan diminta mengucapkan huruf / kata yang sesuai dan aplikasi akan menganalisisnya dengan bantuan speech recognition pada Kinect.

Kuassa (PT Kuassa Teknika) merupakan perusahaan pengembang piranti lunak asal Bandung yang mengkhususkan diri pada amplifikasi gitar digital dan pengolahan audio. Perusahaan yang didirikan dan dikembangkan oleh para musisi sejati yang sekaligus piawai dalam pemrograman DSP (Digital Signal Processing) dan audio digital ini meraih penghargaan sebagai Runner-Up (Merit Award) pada kategori New Media and Entertainment APICTA Awards 2012 lewat karya mereka AMPLIFIKATION CREME.

AMPLIFIKATION CREME

AMPLIFIKATION CREME karya PT Kuassa Teknika saat menerima penghargaan sebagai Runner-Up (Merit Award) kategori New Media & Entertainment APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam. Penghargaan diberikan oleh Putera Mahkota Brunei Darussalam, Haji Al-Muhtadee Billah

AMPLIFIKATION CREME merupakan piranti lunak Amplifier Gitar pada PC Windows maupun Macintosh yang menawarkan berbagai fitur dan reproduksi suara sekelas dengan perangkat amplifier gitar high-end sesungguhnya. AMPLIFIKATION CREME mengikuti format standar dari Virtual Studio Technology (VST) yang dikembangkan oleh Steinberg sebagai antarmuka untuk integrasi plugin synthesizer audio / efek dengan berbagai piranti lunak mixing, mastering dan editing audioterkemuka seperti CUBASE, CATWALK, dan lain-lain.

VST dan teknologi serupa menggunakan pemrosesan sinyal digital untuk mensimulasikan hardware yang biasa digunakan pada studio rekaman profesional. Saat ini tersedia ribuan VST plugin baik komersial dan freeware yang didukung oleh sejumlah besar aplikasi audio. Produk-produk Kuassa sendiri yang memfokuskan diri pada VST Amplifier Gitar Plugin cukup dikenal luas di mancanegara akan kualitas suara dan Graphics User Interface (GUI) yang realistik.

Dengan berbagai pilihan tipe amplifier, channel dan overdrive section, AMPLIFIKATION CREME mampu membantu musisi mereproduksi suara gitar yang kaya akan distorsi harmonik dengan beragam preset sesuai dengan genre musik yang diinginkan (rock, heavy-metal, blues, jazz, dan lain-lain).

Delegasi Indonesia - APICTA Awards 2012

Budi Rahardjo, gitaris / vokalis grup BandIT yang seluruh personilnya adalah para pakar ICT Indonesia, tengah mencoba kualitas suara AMPLIFIKATION CREME karya Kuassa. Selain mendampingi para peserta dari Indonesia, Budi Rahardjo juga mengemban tugas sebagai Juri Internasional APICTA Awards 2012 dari Indonesia bersama dengan Didik Sunardi dan Teddy Sukardi.

Empat karya dari Indonesia lainnya yaitu VEDA SmartHome & Energy Monitoring karya Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, eMART INDONESIA karya Universitas Gadjah Mada, SECUREX karya SMKN 4 Bandung dan EDUNESIA.ORG karya SMAN 1 Sidoarjo, masing-masing berhasil meraih Merit Award pada kategori Tertiary / Secondary Student Project APICTA Awards 2012. Hal ini semakin mengukuhkan potensi besar pelajar / mahasiswa ICT Indonesia yang mampu bersaing dan meraih prestasi di kompetisi tingkat internasional. Ke-empat karya tersebut menambah deretan panjang perolehan penghargaan APICTA Awards yang berhasil diraih oleh pelajar / mahasiswa Indonesia dari tahun ke tahun.

Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards adalah program penghargaan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ICT dalam masyarakat dan membantu menjembatani kesenjangan digital. Dengan memberikan jejaring dan kesempatan benchmarking produk untuk  inovator dan wirausahawan ICT, program ini dirancang untuk merangsang inovasi ICT dan kreativitas, meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi, dan menawarkan peluang bisnis yang cocok melalui paparan modal ventura dan investor.

Peserta program penghargaan terdiri dari anggota dari Aliansi APICTA. Mereka dipandu oleh sebuah kerangka kerjasama yang mengidentifikasi bagaimana masing-masing anggotanya dapat saling bekerjasama dalam mendukung Program APICTA Awards serta program lain yang mendorong pembangunan dan pertumbuhan industri ICT di wilayah Asia Pasifik.

eMart Indonesia

Tim eMART INDONESIA dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menerima penghargaan sebagai Runner-Up (Merit Award) kategori Tertiary Student Project APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam. Penghargaan diberikan oleh Putera Mahkota Brunei Darussalam, Haji Al-Muhtadee Billah

Keseluruhan terdapat enam belas negara di Asia Pasifik yang menjadi anggota APICTA meliputi Australia, Brunei, China, Hong Kong, India, Indonesia, Korea, Macau, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.

Adapun daftar kota dan negara penyelenggara APICTA Awards tahun-tahun sebelumnya :

2011 – Pattaya, Thailand
2010 – Kuala Lumpur, Malaysia
2009 – Melbourne, Australia
2008 – Jakarta, Indonesia
2007 – Singapore
2006 – Macau, Cina
2005 – Chaingmai, Thailand
2004 – Hong Kong
2003 – Bangkok, Thailand
2002 – Kuala Lumpur, Malaysia
2001 – Kuala Lumpur, Malaysia

APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam diikuti oleh 11 negara anggota APICTA yaitu : Australia, Brunei, Hongkong, Indonesia, Macau, Malaysia, Pakistan, Singapura, Srilanka, Thailand dan Vietnam. Keseluruhan terdapat 17 kategori kompetisi yang meliputi 15 kategori untuk umum / profesional dan 2 kategori untuk pelajar (student project).

Hongkong mendominasi perolehan penghargaan di ajang APICTA Awards  2012 dengan 5 Award Winner dan 7 Merit Award, disusul oleh Australia dan Singapura yang sama-sama membukukan 3 Award Winner dan 2 Merit Award. Selanjutnya adalah Indonesia dengan 2 Award Winner dan 5 Merit Award, diikuti Thailand  dengan 2 Award Winner dan 2 Merit Award, serta Malaysia dengan 1 Award Winner dan 9 Merit Award. Adapun tuan rumah Brunei Darussalam berhasil meraih 1 Award Winner dan 4 Merit Award, diikuti oleh Pakistan (4 Merit Award), Srilanka (3 Merit Award), Macau (2 Merit Award) dan Vietnam (1 Merit Award).

Keberhasilan Delegasi ICT Indonesia tentu saja tidak lepas dari dukungan penuh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KEMKOMINFO), Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI), serta berbagai lembaga terkait lainnya mulai dari penyelenggaraan kompetisi INAICTA 2012 di tanah air (dahulu disebut kompetisi APICTA Indonesia) hingga  keikutsertaan Indonesia di kompetisi APICTA Awards 2012 Brunei Darussalam.

Selama masa persiapan maupun saat mengikuti kompetisi APICTA Awards 2012, Delegasi ICT Indonesia yang sebelumnya merupakan para pemenang kompetisi Indonesia ICT Awards (INAICTA) 2012, didampingi oleh perwakilan KEMKOMINFO, ASPILUKI, maupun lembaga terkait lainnya. Mereka adalah para praktisi dan profesional ICT Indonesia yang selama ini banyak mendukung perkembangan ICT di tanah air seperti Carlia Isneniwati, Selliane Ishak, Sylvia W. Sumarlin, Bob Hardian, Budi Rahardjo, Didik Sunardi, Hidayat Tjokrodjoyo, Herry Abdul Aziz, Richard Kartawijaya, Richardus Eko Indrajit, Teddy Sukardi, dan lain-lain. Para tokoh ICT ini memberikan support, coaching, bimbingan, sekaligus memotivasi seluruh pemenang INAICTA 2012  sebagai bekal melangkah ke APICTA Awards 2012.

Selamat kepada Delegasi ICT Indonesia atas prestasi yang dicapai di APICTA Awards 2012…

 

Galeri Foto Delegasi ICT Indonesia di APICTA Awards 2012 Brunei Darusallam

 


Foto : Didik Sunardi, Budi Rahardjo, Sylvia W.Sumarlin, Carlia Isneniwati, APICTA Facebook Group, dan lain-lain
Sumber : Website resmi APICTA, INAICTA, Dokumentasi NihDia.com, dan berbagai sumber lainnya

Baca tulisan lainnya :

 

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori “Entertainment Application”. Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

One thought on “Indonesia Raih 7 Penghargaan Bergengsi APICTA Awards 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*