Pemenang International Young Creative Entrepreneur IYCE Awards 2012

Pemenang IYCE Award 2012

Dua Pemenang IYCE Awards 2012. Dari kiri ke kanan : Diana Rikasari (Kategori Film & Interaktif) dan Dewi Tanjung (Kategori Desain & Fesyen)

Malam puncak International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards British Council 2012,  baru saja dihelat dalam sebuah acara bertajuk Creative Entrepreneurs Night yang berlangsung semarak di Balairung Soesilo Soedarman – Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta (14/7).

Kompetisi tahunan IYCE Awards yang diselenggarakan British Council bekerjasama dengan  berbagai organisasi / lembaga terkait lainnya, membuka kesempatan seluasnya bagi wirausahawan muda Indonesia untuk mendapat pengalaman dan berjejaring dengan industri kreatif di Inggris dan juga negara lainnya.

Para Pemenang IYCE Awards terdahulu seperti Yoris Sebastian, Ridwan Kamil, Wahyu Aditya, Sakti Parantean, Johansen Samsudin, Oscar Lawalata, Muhamad Lukman, Affi Assegaf, dan lain-lain,  saat ini telah menjadi pemain utama industri kreatif Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional.

IYCE Awards 2012 - Power Breakfast

IYCE Awards 2012 Power Breakfast, menghadirkan Yoris Sebastian (Pemenang IYCE Music 2006, Pendiri OMG Creative Consulting Firm) dan Edward Hutabarat (Desainer terkemuka Indonesia). Yoris menginspirasi dan memotivasi para finalis untuk terus menghasilkan karya terbaik yang bermanfaat bagi orang banyak / komunitas maupun industri. Sementara Edward Hutabarat menggarisbawahi pentingnya insan kreatif membangun identitas dan kreatifitas dengan pergi ke akar (go to the roots) untuk menggali begitu banyak ide, bepergian ke berbagai kantung seni dan budaya (travelling), serta memanfaatkan teknologi (kamera dan lain-lain) untuk menunjang kreatifitas.

IYCE Awards 2012 - Press Conference

Jumpa Pers IYCE Awards 2012 yang berlangsung di Hotel Morrisey Menteng (12/7). Tampak Mark Crossey (Direktur Program British Council), Svida Alisjahbana (Perwakilan Dewan Juri IYCE 2012, Direktur Utama Femina Grup), dan Steve Taylor (Pakar Kewirausahaan Kreatif Inggris) bersiap memberi keterangan kepada berbagai media.

IYCE Awards 2012 - Poppy Savitri & Edward Hutabarat

Poppy Savitri (Perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) dan Edward Hutabarat (Desainer terkemuka Indonesia), turut hadir menjadi pembicara dalam acara Jumpa Pers IYCE Awards 2012 di Hotel Morrisey Menteng.

Direktur Program British Council Mark Crossey dalam jumpa pers IYCE Awards 2012 mengatakan bahwa kemitraan Indonesia dan Inggris dalam pengembangan ekonomi kreatif, telah terjalin dengan sangat baik. ”British Council bermitra dengan pemain utama dalam sektor industri kreatif di Indonesia untuk memperluas jangkauannya terhadap generasi penerus, para inovator muda, sekaligus pemuka industri kreatif. Kolaborasi ini diharapkan dapat memungkinkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di Indonesia sekaligus membantu memperluas jaringan industri ekonomi dan kreatif global, ” ungkap Mark.

Pendaftaran online aplikasi IYCE Awards 2012 sendiri telah berlangsung sejak bulan April 2012. Aplikasi yang masuk untuk mengikuti kompetisi IYCE Awards tahun ini jumlahnya mencapai ratusan. Pada  seleksi dan penjurian tahap awal yang berlangsung selama bulan Mei hingga Juni 2012,  terpilih 20 finalis yang bersaing di dua kategori IYCE Awards 2012.

Pemenang IYCE Awards 2012

Pada malam puncak IYCE Awards 2012, akhirnya terpilih dua  Pemenang International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards British Council 2012.  Pemilik CV De Tanjung Indonesia, Dewi Tanjung (17 Mei 1978), terpilih menjadi pemenang untuk Kategori Desain dan Fesyen. Sementara, Penulis Blog dan pemilik UP! Shoes, Diana Rikasari (23 Desember 1984), menjadi pemenang untuk Kategori Film dan Interaktif.

Kedua pemenang berhasil menyisihkan 18 finalis lainnya dalam memperebutkan gelar Jawara IYCE Awards 2012  sekaligus meraih tiket mewakili Indonesia pada ajang kompetisi IYCE tingkat Internasional yang akan berlangsung di Inggris.  Selama berkunjung ke Inggris, para pemenang IYCE Awards 2012 juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa pusat industri kreatif serta mengikuti berbagai festival kreatif. Mereka juga mendapatkan kesempatan berjejaring dengan wirausahawan kreatif asal Inggris maupun dari negara lainnya.

Pemenang & Finalis IYCE Awards 2012 berfoto bersama

Para Pemenang & seluruh Finalis IYCE Awards 2012 berfoto bersama, didampingi oleh Svida Alisyahbana, Poppy Savitri, Steve Taylor, Wahyu Aditya dan Andy Laver (COO Mekar Entrepreneur Network).

Pemenang IYCE Award 2012

Dua Pemenang IYCE Awards 2012, Diana Rikasari (Kategori Film & Interaktif) dan Dewi Tanjung (Kategori Desain & Fesyen)

Kemenangan yang diraih Dewi Tanjung dan Diana Rikasari kali ini sangat istimewa, karena baru pertama kali ini seluruh pemenang IYCE Awards jatuh ke tangan finalis wanita. Sebelumnya, dalam 6 (enam) kali penyelenggaraan IYCE Awards yang dimulai sejak tahun 2006,  gelar Jawara IYCE Awards selalu didominasi oleh finalis pria.

Satu-satunya jawara IYCE Awards sebelumnya yang berhasil diraih oleh finalis wanita, dibukukan Affi Assegaf (Pemilik Female Daily Network) yang terpilih sebagai Pemenang IYCE Awards 2011 untuk Kategori Interaktif, mendampingi tiga pemenang IYCE 2011 lainnya yang seluruhnya adalah finalis pria yaitu : Joshua Simanjuntak (Kategori Desain), Aria Rajasa (Kategori Fesyen) dan Arvin Miracelova (Kategori Screen / Film).

Keberhasilan Affi Assegaf, Diana Rikasari maupun Dewi Tanjung meraih gelar Jawara IYCE Awards, mengukuhkan semakin besarnya kiprah wanita sebagai wirausahawan muda di ranah industri kreatif dengan berbagai prestasi dan pencapaian yang luar biasa.

Profil Dua Wanita Wirausaha Muda Pemenang IYCE Awards 2012

Dewi Tanjung pertama kali mengembangkan usahanya hanya dengan bermodalkan 50 ribu rupiah. Bisnisnya berdiri tahun 2003 dan bergerak dalam memproduksi kerajinan tradisional, kartu undangan pernikahan, dan souvenir. Dalam memproduksi kerajinan tradisional ini, Dewi mengkhususkan diri pada penggunaan barang daur ulang seperti botol, kain perca, dan dedaunan kering.

Pemenang IYCE Awards 2012 Kategori Desain & Fesyen - Dewi Tanjung

Pemenang IYCE Awards 2012 Kategori Desain & Fesyen - Dewi Tanjung. Foto: British Council Indonesia

Dewi Tanjung saat menerima penghargaan sebagai Pemenang IYCE Awards 2012

Dewi Tanjung saat menerima penghargaan Pemenang IYCE Awards 2012

Ia memberdayakan komunitas wanita di perkampungan Banjararum dan penjara wanita Sukun. Dewi juga sebelumnya merupakan pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2010 kategori Industri Kreatif. Saat ini, CV De Tanjung (http://www.detanjung.com) telah melayani lebih dari 1.200 klien dalam dan luar negeri, seperti  London, Paris, Adelaide, New York, Amsterdam, Arizona, dan Kuala Lumpur. Produk De Tanjung telah menjadi buah tangan Kota Malang yang banyak digemari selebriti dan tokoh terkemuka Indonesia.

Sementara pemenang untuk Kategori Film dan Interaktif Diana Rikasari membuat terobosan dalam industri fesyen dengan mengembangkan e-commerce untuk lini sepatunya menggunakan media digital dan internet. Berpengalaman lima tahun sebagai penulis blog Indonesia terkenal bertajuk Hot Chocolate and Mint (http://dianarikasari.blogspot.com) membuat Diana terlibat aktif dalam belajar memahami dan menginspirasi pembacanya. Ini pula yang mengantarkan bisnisnya menjadi salah satu Top 50 Usaha Kecil Menengah Go Online 2012 versi majalah Marketers.

Pemenang IYCE Awards 2012 Kategori Desain & Fesyen - Dewi Tanjung

Pemenang IYCE Awards 2012 Kategori Interaktif & Film - Diana Rikasari. Foto: British Council Indonesia

Diana Rikasari saat menerima penghargaan IYCE Awards 2012

Diana Rikasari saat menerima penghargaan Pemenang IYCE Awards 2012

Toko online UP! milik Diana Rikasari tidak hanya memberikan pengalaman berbelanja yang cepat dan menyenangkan, namun juga menyediakan ruang yang bisa dinikmati oleh pengunjungnya, seperti mengunduh wallpapers, ring tone dan tema handphone gratis, penyediaan konsultasi mengenai ukuran, desain dan bahkan kepemilikan halaman profil sendiri. Lebih dari sekedar usaha sepatu, UP! sukses membangun sebuah komunitas. Kepeduliannya pada masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan pendidikan dibuktikan melalui program beasiswa Level UP!.

Creative Entrepreneurs Night – IYCE Awards 2012

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan malam puncak IYCE Awards 2012 kali ini bukan hanya sekedar sebagai wacana mengumumkan pemenang IYCE Awards semata. Namun lebih dari itu mengedepankan konsep Creative Entrepreneurs Night (Malam Kewirausahaan Kreatif), yang memberikan ruang bagi para finalis untuk speed networking, presentasi, dan berbagi pengalaman dengan para pemenang IYCE sebelumnya dan wirausahawan sukses lainnya.

Acara yang mengambil lokasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kawasan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat ini,  cukup dipadati tamu undangan yang datang dari berbagai kalangan. Sebelum acara di mulai, tamu undangan dipersilahkan melihat-lihat IYCE  Journey 2006 – 2012 Board  sembari menikmati sajian makanan dan minuman yang telah dipersiapkan British Council di area lobi Balairung Soesilo Soedarman.

Saat acara berlangsung, British Council memberikan tantangan berhadiah  bagi hadirin untuk berfoto dengan  finalis IYCE Awards di depan IYCE Journey Board. Foto tersebut harus diunggah via jejaring sosial Twitter, dengan menyebutkan @BCIndonesia dan hash-tags #IYCE #CEN. Disediakan hadiah menarik berupa smartphone Nokia Lumia 610 untuk dua orang pemenang dengan foto paling menarik. Kontes ini akhirnya dimenangkan oleh Robby Fajrino (@robbyfajrino) dan  Yuliani Arifin (@yuliuwie).

Secara keseluruhan acara Creative Enterpreneur Night berlangsung semarak, dipandu oleh presenter Cisca Becker yang juga berprofesi sebagai penyiar Radio Kosmopolitan FM. Berkat kepiawaiannya membawakan acara dengan energik diselingi gurauannya yang khas , Cisca Becker mampu mencairkan suasana sedikit tegang dan mendebarkan dari para finalis dan keluarga  yang turut hadir pada malam itu. Selain itu kehadiran grup band indie The Banery membawakan lagu-lagu lawas grup band legendari The Beatles, mampu menghentak Balairung Soesilo Soedarman dan mendapat sambutan meriah dari hadirin yang terhibur dengan permainan grup band pemenang LA Lights IndieFest 2008 ini.

IYCE Awards 2012 - Penampilan grup band indie The Banery yang menyajikan lagu-lagu lawas grup band legendaris The Beatles

Namun semangat Creative Entrepreneurs Night sesungguhnya terletak pada sesi presentasi yang diberikan oleh beberapa pembicara yang merupakan para pemain utama  industri kreatif,  serta “Elevator Pitch” dari masing-masing finalis yang menguji kemampuan mereka dalam mengemukakan ide, konsep dan potensi bisnisnya dalam waktu kurang dari 1 menit di hadapan Dewan Juri dan tamu undangan lainnya.

Beberapa pemain utama industri kreatif  yang hadir sebagai pembicara pada Creative Entrepreneurs Night IYCE 2012 adalah : Andy Laver (Chief Operating Officer MEKAR Entrepreneur Network), Yoris Sebastian (Pemenang IYCE Music 2006), Wahyu Aditya (Pemenang IYCE Interaktif 2007, Pendiri HelloMotion & HelloFest), Affi Assegaf (Pemenang IYCE Interaktif 2011, Pemilik Female Daily Network), Poppy Savitri (Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif), Svida Alisjahbana (Dewan Juri, Direktur Utama Femina Grup) dan Steve Taylor (Pakar Kewirausahaan Kreatif Inggris).

Andy Laver memberikan tips dan trik bagaimana meningkatkan kemampuan wirausahawan di sektor kreatif dalam melakukan one minute pitch sebagai langkah awal yang sangat menentukan untuk menggaet investor. One minute pitch atau biasa juga disebut dengan elevator pitch merupakan ringkasan (summary) seluruh aspek unik dari ide / bisnis kita yang disampaikan secara singkat dan cepat (dalam rentang waktu 30 detik hingga 1 menit) dengan cara yang menggairahkan orang lain.

One minute pitch merupakan cara efektif untuk mengenalkan ide / bisnis kita kepada prospek potensial (investor, pemodal ventura, pembeli, donatur, sponsor, dan lain-lain) dalam berbagai situasi (meeting, pameran, eksibisi, dan lain-lain). Sebagai seorang wirausahawan, bagaimana mengenalkan bisnis kepada orang lain secara singkat, cepat dan menarik, merupakan salah satu kemampuan yang harus terus diasah.

Sebuah elevator pitch sering digunakan oleh seorang pengusaha untuk melemparkan ide kepada pemodal ventura / investor dengan tujuan mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis. Pemodal ventura sering menilai kualitas sebuah ide berdasarkan kualitas dari elevator pitch seorang pengusaha. Elevator pitch juga digunakan dalam berbagai situasi lain.

MEKAR Entrepreneur Network sendiri fokus pada pertumbuhan kewirausahaan, pertumbuhan lapangan pekerjaan dan juga network bagi Angel Investor dengan memfasilitasi secara online dan juga offline hubungan antara entrepreneur dan angel investor, pembentukan jaringan bisnis dan pertumbuhan ide-ide bisnis dan perusahaan di Indonesia.

Andy menjelaskan bahwa MEKAR Entrepreneur Network saat ini telah memiliki anggota sekitar 2000 wirausahawan dan 300 investor, serta telah membidani 25 kesepakatan bisnis (deals) dan 146 kesempatan kerja baru (jobs). Menurut Andy yang banyak berpengalaman dalam menjembatani wirausahawan dan investor,  ada beberapa poin penting yang harus disampaikan secara singkat dan jelas dalam one minute elevator pitch yaitu: “Introduce your self”, “What do you make ?”, “To whom you sell ?”, “What makes you different ?”, dan “What do you need for investment ?” .

Andy Laver (Chief Operating Officer MEKAR Entrepreneur Network)

Andy Laver, Chief Operating Officer MEKAR Entrepreneur Network

Kemampuan untuk melakukan one minute pitch dengan baik sehingga dapat membuahkan hasil sesuai harapan, harus terus dilatih dan ditingkatkan. “Dalam one minute elevator pitch hanya ada Anda, bukan produk Anda, yang harus dapat membuat investor terkesan dan tertarik dengan apa yang Anda sampaikan sehingga mereka bersedia menjalin komunikasi dan kerjasama lebih lanjut, ” jelas Andy Laver.

Sementara Svida Alisjahbana dalam presentasinya mengenai kiprah wanita wirausaha di Indonesia menuturkan bahwa wanita wirausaha yang sukses, akan berusaha membawa serta lingkungannya untuk mendapatkan kesuksesan yang sama. Inilah kelebihan wanita yang lebih mengedepankan cinta (love) dan empati (heart) dalam mengembangkan bisnis berbasis sosial sehingga berdampak positif tinggi (high impact) bagi lingkungan di mana mereka berada.

“Wanita wirausaha mengembangkan bisnis di berbagai sektor kreatif bukan saja bagi diri mereka sendiri, namun juga menularkan, berinteraksi dan memotivasi orang-orang di sekeliling mereka. Efek domino yang timbul dari model pengembangan bisnis yang mereka lakukan, akan membawa perubahan besar yang memacu pengembangan ekonomi  kreatif lebih lanjut,” ungkap Svida Alisjahbana.

Femina Grup sendiri juga mempunyai program kewirausahaan yang khusus ditujukan untuk para wanita Indonesia yaitu Wanita Wirausaha Femina yang dapat diakses melalui situs http://wanitawirausaha.femina.co.id

Poppy Savitri (Direktur Desain dan Arsitektur Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain & Teknologi, Kementerian PAREKRAF) dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah cq Kementerian PAREKRAF sebagai pemangku kebijakan bidang ekonomi kreatif, tidak bisa bekerja sendiri. Mutlak diperlukan keterlibatan dan partisipasi berbagai pihak untuk secara bersama mengembangkan berbagai sektor ekonomi kreatif yang potensinya luar biasa.

Menurut Poppy, berbagai kompetisi wirausahawan kreatif yang diselenggarakan saat ini seperti halnya IYCE Awards British Council, sangat bermanfaat dalam menginspirasi dan memotivasi masyarakat khususnya generasi muda insan kreatif Indonesia untuk belajar dan terus mengasah kreatifitas dan keterampilan kewirausahaan mereka di berbagai sektor industri kreatif.

“Kreatifitas sendiri merupakan bawaan (given) yang melekat pada masing-masing individu, namun harus terus diasah dan dipupuk agar kreatifitas tersebut semakin subur dan bermanfaat untuk pengembangan pribadi maupun mengembangkan kewirausahaaan. Ide-ide baru yang unik, kreatif dan inovatif hasil dari pengembangan kreatifitas, merupakan  sumberdaya terbarukan yang tidak akan pernah habis yang merupakan kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ungkap  Poppy.

Poppy pun memberi contoh bagaimana kreatifitas ibu-ibu dan gadis-gadis warga Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Propinsi Jawa Timur, mampu memberi kesejahteraan bagi masyarakatnya lewat kreasi mereka membuat manik-manik bertaraf internasional yang kini telah merambah ke berbagai penjuru dunia. Keberhasilan Kecamatan Gudo menjadi sentra produksi manik-manik terbaik di dunia sangat membanggakan. Hal ini berkat kerja keras, keuletan dan kreatifitas warganya yang dapat memanfaatkan keterampilan dan talenta yang dimiliki selama ini untuk menghasilkan produk kreatif dan inovatif yang bisa mengikuti perkembangan mode terkini dan menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Sementara Steve Taylor, Pakar Ketrampilan Kewirausahaan Industri Kreatif asal Inggris yang didatangkan secara khusus oleh British Council untuk memberikan mentoring (coaching) bagi para finalis IYCE sekaligus merangkap sebagai Dewan Juri IYCE 2012 mengungkapkan bahwa satu sektor industri kreatif saja, seperti halnya Fesyen, mampu berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja baru bagi Inggris. Secara keseluruhan, Industri kreatif Inggris mampu menyumbang 10% terhadap pertumbuhan ekonomi (GDP) dan 8% terhadap penciptaan kesempatan kerja baru.

“Indonesia dengan keberagaman seni dan budaya yang ada,  penduduknya yang sangat ramah, lingkungannya yang sangat mendukung akan kreatifitas, sumber daya insaninya yang kaya akan ide-ide kreatif dan inovatif, merupakan potensi yang luar biasa bagi pembangunan ekonomi kreatif berbasis keterampilan, talenta dan kreatifitas. Apabila ini dapat dikembangkan secara optimal, maka akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Steve.

Di sesi lain, para pembicara yang merupakan pemenang IYCE  Awards terdahulu seperti Yoris Sebastian, Wahyu Aditiya dan Affy Assegaf banyak berbagi pengalaman dan kisah sukses mereka dalam menjalankan bisnis kreatif masing-masing. Mereka juga menuturkan bagaimana IYCE dengan networkingnya, dapat dimanfaatkan bersama-sama sebagai sebuah platform yang membuat impian mereka menjadi wirausahawan dan pemain utama industri kreatif dapat terwujud.

IYCE Awards 2012 - Finalis & Panitia berfoto bersama

IYCE Awards 2012 - Finalis & Panitia berfoto bersama

Sekilas Mengenai IYCE Awards 2012

Kompetisi IYCE merupakan kompetisi tahunan terbuka bagi wirausahawan muda yang mampu menggabungkan kesuksesan bisnis, pencapaian kreatif, misi sosial, dan antusiasme untuk berkolaborasi secara internasional. Kompetisi ini membuka peluang bagi wirausahawan kreatif muda Indonesia untuk menjajal pasar Inggris yang merupakan pintu gerbang ke Eropa.

Para pemenang berkesempatan mendapatkan pendanaan proyek dari Inggris dan/atau Indonesia dan berkunjung ke Inggris selama tujuh hari. Disana, mereka akan bertemu dengan wirausahawan kreatif muda lainnya dari 27 negara; berjejaring dengan pemuka industri di Inggris, berpartisipasi dalam kegiatan masterclass eksklusif, dan kesempatan untuk mempromosikan usaha kreatif mereka dalam festival internasional. British Council akan membuka akses seluas-luasnya kepada para pemenang untuk berkolaborasi secara internasional. Diharapkan, ini dapat mempercepat hubungan mereka dengan para pelaku industri, para agen di Inggris, mitra dan penanam modal bersama.

Tahun ini kompetisi IYCE terbuka untuk dua (2) kategori: Kategori Desain dan Fesyen dan Kategori Film dan Interaktif. Dua kategori ini merepresentasikan industri paling berkembang pesat baik di Inggris dan Indonesia. Dari ratusan aplikasi yang masuk, terpilih 20 nama sebagai finalis IYCE Awards 2012.

Apa yang membedakan IYCE Awards British Council 2012 dari tahun-tahun sebelumnya?

  • Pertama, kesempatan bagi para pemenang untuk mendapatkan pendanaan proyek besar dari Inggris dan/atau Indonesia.
  • Kedua, pengembangan konsep “Malam Kewirausahawan Kreatif.” Lebih dari sekedar wacana mengumumkan pemenang IYCE Awards 2012, acara ini memberikan ruang bagi para finalis untuk speed networking, presentasi, dan berbagi pengalaman dengan para pemenang IYCE sebelumnya dan wirausahawan sukses lainnya.
  • Ketiga, kesempatan bagi para pemenang untuk berkunjung ke Inggris. Tahun 2012, British Council akan mempertemukan YCE Inggris dengan kelompok internasional. Kami membuka akses seluas-luasnya kepada para pemenang untuk berkolaborasi secara internasional. Diharapkan, ini dapat mempercepat hubungan mereka dengan para pelaku industri; para agen di Inggris, mitra dan penanam modal bersama YCE.

Melalui kunjungan singkat ke Inggris selama tujuh hari, wirausahawan kreatif muda lainnya dari 27 negara akan berjejaring dengan pemuka industri di Inggris, berpartisipasi dalam kegiatan masterclass eksklusif, dan berkesempatan untuk mempromosikan usaha kreatif mereka dalam festival internasional.

Khususnya mulai 2012, British Council menyediakan skema pendanaan atau Seed Funding. Tahun ini, British Council menyediakan pendanaan kepada dua alumni IYCE sukses: Wahyu Aditya dan Yoris Sebastian. Mereka  akan merancang sebuah proyek yang akan membantu menanggulangi masalah sosial dan ekonomi di Indonesia. Diharapkan, kolaborasi mereka dengan seniman terbaik Inggris dapat memberi khasanah baru pada pembangunan kreatif ekonomi negeri ini.

Sederet nama besar menjadi perwakilan Dewan Juri IYCE Awards 2012. Diantaranya Direktur Utama Femina Group Svida Alisjahbana, Pemimpin Redaksi Majalah Dewi Ni Luh Sekar, dan perancang busana ternama Indonesia Biyan Wanaatmadja untuk kategori Desain dan Fesyen. Mewakili Kategori Film dan Interaktif sejumlah nama seperti Presiden Direktur Multiply.com Stefan Magdalinski, dan Chief Information Officer PT Telkom Indonesia Indra Utoyo. British Council juga mendatangkan Steve Taylor, pakar kewirausahaan Inggris sebagai juri dan pelatih selama proses karantina.


Foto : Didi S. – NihDia.com
Sumber : Rangkaian Kegiatan IYCE Awards 2012, Siaran Pers British Council

Baca Tulisan Lainnya :

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori “Entertainment Application”. Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*