Serunya Community Gathering INAICTA 2012

Community Gathering dalam rangkaian kegiatan INAICTA 2012, dihelat untuk pertama kalinya bertempat di The Cone FX Sudirman Jakarta Selatan, menghadirkan Martin Hartono (CEO GDP Venture) yang memberikan presentasi dengan topik "The Avangers : Membangun Superheroes ICT Indonesia", serta dialog dan sharing dari perwakilan komunitas kreatif ICT (#StartupLokal, NICE, MUGI, ID-android, IGDA, ngomik.com, dan lain-lain), dipandu oleh Andreas Surya sebagai host

Sebuah event bertajuk Community Gathering dalam rangkaian kegiatan INAICTA (Indonesia ICT Award) 2012, baru saja digelar di The Cone Fx Sudirman – Jakarta Selatan (22/5-2012).

Event yang diselenggarakan atas inisiatif Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sebagai penyelenggara  INAICTA 2012 ini, menghadirkan pembicara Martin Hartono (CEO GDP Venture) serta dialog dan sharing dari sejumlah komunitas ICT yang diwakili oleh #StartupLokal, NICE (Nokia Indonesia Community Enthusiasts), MUGI (Microsoft User Group Indonesia), ID-Android (Indonesian Android Community), IGDA (International Game Developers Association – Indonesia), ngomik.com, musiktek.com, Relawan TIK, dan lain-lain.

Acara yang dimulai pada pukul 20.00 ini mendapat perhatian cukup tinggi dari  insan kreatif  ICT  yang menyempatkan diri hadir di The Cone FX Sudirman. Walau undangan untuk event ini sendiri disebarluaskan dalam waktu relatif singkat, namun  peserta Community Gathering terlihat ramai malam itu dan terus berdatangan memadati  The Cone FX Sudirman jelang dan saat acara berlangsung. Panitia pun tampak sigap menempatkan deretan kursi tambahan untuk menampung peserta yang datang kemudian.

Peserta Community Gathering INAICTA 2012  bukan saja datang dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, namun juga dari berbagai kota lainnya seperti Bandung dan Yogyakarta. Menurut pantauan NihDia.com, event Community Gathering ini seru dan sangat ditunggu karena selama ini memang jarang sekali ada kegiatan semacam ini yang mempertemukan berbagai komunitas ICT untuk duduk bersama, berdialog, dan berbagi pengalaman (sharing experiences).

Setelah dibuka oleh Andreas Surya dengan diawali challenge kepada seluruh peserta yang hadir untuk men-tweet #inaicta @inaicta dalam 15 detik, acara kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan Martin Hartono (CEO GDP Venture) yang memberikan pandangannya terhadap peluang dan tantangan Indonesia dalam kancah industri ICT global yang terangkum dalam presentasi dengan topik “The Avengers: Membangun Tim Superheroes ICT Indonesia”.

Martin Hartono yang merupakan Putra dari Robert Hartono pemilik salah satu perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia, Djarum,  mengawali presentasinya dengan menceritakan pengalamannya membangun bisnis berbasis ICT walau latar belakang pendidikannya adalah di bidang Ekonomi.

Pria dengan nama lengkap Martin Basuki Hartono ini,  pada tahun 1992 – 1998 belajar di Amerika dengan mengambil bidang studi Ekonomi hingga meraih gelar MBA di bidang Strategi Pemasaran dari  Peter F. Drucker and Masatoshi Ito Graduate School of Management – Claremont Graduate University. Setelah menyelesaikan studinya dan kembali ke tanah air, Martin Hartono mengawali karirnya sebagai Direktur Teknologi Bisnis PT Djarum sejak tahun 1999 hingga saat ini.

Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya, Martin pun banyak belajar dan mempunyai berbagai pengalaman dalam  implementasi SAP maupun aplikasi bisnis seperti SAP ERP R/3,  Supply Chain Management Systems, SAP HR, Microsoft technology platform, Linux based technologies, Java, dan lain-lain.  Selain itu Martin juga memimpin timnya dalam mengembangkan sendiri aplikasi knowledge management seperti social office, email dan instant messaging yang digunakan di lingkungan PT Djarum. Ia juga turut berperan dalam pengembangan manajemen strategis di PT Djarum dan beberapa anak perusahaan yang tergabung dalam Group Djarum.

Kiprah Martin di bidang ICT membawanya melangkah lebih jauh sebagai CEO Global Digital Prima (GDP) Venture sejak Januari 2010. GDP Venture merupakan perusahaan investor strategis di bidang internet dengan fokus pada pasar Indonesia. Di bawah kepemimpinan Martin, GDP melakukan serangkaian langkah besar dengan berinvestasi pada www.kaskus.us (situs dengan basis komunitas terbesar di Indonesia), www.blibli.com (situs e-commerce), Merah Putih Inc (inkubator teknologi & digital untuk akselerasi startup, dengan portfolio :  www.dailysocial.net , www.infokost.net, www.krazymarket.com, www.lintas.me, www.bolalob.com, dan lain-lain). Pada Desember 2011 lalu, Martin dinobatkan oleh DELL Indonesia sebagai Ikon Teknologi DELL berkat kepiawaiannya membangun bisnis dan solusi berbasis ICT.

Martin menuturkan bahwa trend perkembangan industri ICT dunia saat ini banyak dipacu oleh perkembangan teknologi internet dan perangkat mobile seperti smartphone maupun tablet-pc yang jumlah pemakainya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai perkembangan teknologi mobile tersebut, banyak memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk dapat menjalankan berbagai aplikas bisnis, produktivitas, hiburan / multimedia,   kapan pun dan di mana pun lewat smartphone atau tablet-pc yang ada di genggaman tangan.

“Kebutuhan akan beragam aplikasi mobile yang terus meningkat dari para pengguna smartphone maupun tablet-pc di seluruh dunia, merupakan pasar yang sangat potensial bagi para pengembang aplikasi untuk perangkat mobile, ” papar Martin dalam presentasinya.

“Apalagi saat ini telah banyak tersedia mobile application marketplace  (pasar aplikasi mobile) seperti Apple App Store, Google Play (Android Market), Nokia (OVI Store), RIM (Blackberry Apps Store), dan lain-lain, yang memungkinkan pengembang memasarkan aplikasi yang dibuatnya secara global, ” lanjut Martin.

Menurut Martin, tipikal industri  ICT di Indonesia serta ekosistem yang ada memang lebih fokus ke  industri piranti lunak (software). Untuk industri perangkat / keras (hardware), seperti halnya negara-negara berkembang lainnya, Indonesia masih kesulitan dalam penguasaan teknologi perangkat keras yang sekarang ini masih didominasi oleh negara-negara maju yang telah mapan dalam  industri tersebut  seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Cina, dan lain-lain.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan tenaga software engineer profesional dengan kreativitas tinggi,  harus dapat memanfaatkan keunggulan sumber daya insan kreatif di bidang layanan komputer dan piranti lunak ini untuk dapat menghasilkan aplikasi maupun konten digital kelas dunia. Apalagi baru saja salah satu pengembang dari Indonesia Mico Wendy pendiri konsep.net yang berbasis di Bandung, berhasil meraih juara dalam Mobile World Congress 2012 di Barcelona. Mico Wendy sendiri sebelumnya adalah salah satu pemenang INAICTA.

Martin berharap semakin banyak aplikasi dan konten digital kreasi anak bangsa yang berhasil menembus dan menempati posisi terdepan di berbagai application marketplace yang disediakan oleh Apple, Google, Microsoft, Nokia, dan lain-lain.

Kesempatan gathering yang melibatkan sejumlah komunitas ICT ini, secara jeli diarahkan oleh Andreas Surya (Co-Founder Mobile Monday Indonesia, yang malam itu bertugas sebagai host) untuk menggali lebih dalam potensi dan kendala serta pencapaian yang berhasil diraih masing-masing komunitas ICT dalam upaya mereka memberdayakan komunitasnya masing-masing.

Andreas Surya juga kerap melontarkan pertanyan yang cukup menarik seperti “Apakah komunitas itu profit atau non-profit ? “, “Apakah meetup komunitas sekarang ini masih kurang atau sudah terlalu banyak ? ” dan sejumlah pertanyaan lainnya, yang disambut dengan jawaban cukup beragam dari berbagai komunitas ICT yang hadir.

Seperti halnya komunitas lainnya, seluruh komunitas ICT yang hadir pada malam itu telah mempunyai agenda pertemuan rutin yang kerap disebut  “MeetUp”, “Meet & Greet”, “Temu Komunitas”, dan lain-lain. Agenda rutin tersebut biasanya mereka adakan setiap satu bulan sekali yang membahas berbagai topik.

Beberapa komunitas ICT menuturkan bahwa pertemuan rutin yang mereka lakukan mendapat respon positif karena banyaknya manfaat yang didapat seperti sarana belajar dan sharing pengetahuan dan pengalaman, networking, dan lain-lain. Sebagian juga telah mengembangkan komunitasnya di berbagai daerah di Indonesia yang secara rutin mengadakan “MeetUp” sejenis di kota masing-masing. Yang cukup mengembirakan adalah semakin banyak generasi muda seperti pelajar dan mahasiswa yang turut bergabung dalam Komunitas ICT dan turut berpartisipasi dalam berbagai “MeetUp”  yang diselenggarakan.

Community Gathering INAICTA 2012 menawarkan sesuatu yang baru, dan menjadi pelengkap agenda rutin yang biasa mereka jalankan. Dengan berkumpulnya perwakilan komunitas ICT di Community Gathering INAICTA 2012, merupakan langkah positif mensinergikan berbagai komunitas ICT yang ada di Indonesia untuk berkolaborasi dan bahu-membahu satu sama lain, dalam upaya lebih memajukan  industri kreatif ICT Indonesia baik di tingkat lokal, regional maupun di kancah industri ICT global.

Beberapa komunitas ICT pun memberikan masukan cukup positif agar event seperti Community Gathering INAICTA ini dapat juga dilakukan di kota-kota lainnya untuk memberikan kesempatan pada insan kreatif ICT di daerah untuk turut berpartisipasi. Secara keseluruhan acara ini berlangsung dengan santai dan penuh keakraban, dengan dialog dan diskusi diselingi berbagi pengalaman (sharing experience) serta masukan dari masing-masing komunitas ICT, yang sangat bermanfaat bagi seluruh insan kreatif ICT yang hadir pada malam itu.

Di akhir acara, Pak Nil dari KEMKOMINFO berharap bahwa seluruh komunitas ICT di Indonesia yang merupakan bagian dari komunitas kreatif Indonesia, dapat lebih memajukan Industri Kreatif Indonesia melalui penciptaan karya dan kreasi software maupun konten digital kelas dunia. Hal tersebut tentunya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan penciptaan lapangan kerja baru yang turut memacu perkembangan ekonomi nasional secara keseluruhan.

“Dan bagi yang ingin mengikuti kompetisi INAICTA 2012, pendaftaran kompetisi INAICTA dimulai tanggal 28 Mei 2012 dan akan berakhir pada tanggal 02 Juli 2012 yang dapat diakses melalui situs resmi INAICTA di http://www.inaicta.web.id, ” pungkas Pak Nil.

 

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori "Entertainment Application". Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

One thought on “Serunya Community Gathering INAICTA 2012

  1. Pingback: birthday cake bandung delivery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*