Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 – Where Jazz Finds A Home

Stevie Wonder, salah satu ikon Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, tampil memukau ribuan penggemarnya yang memadati D2 Djarum Super Mild Hall Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran (Minggu, 4 Maret 2012).

Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival (JJF) 2012 yang baru saja digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran tanggal 2 – 4 Maret 2012 lalu, kembali mengukir prestasi membanggakan yang berhasil ditorehkan insan kreatif Indonesia khususnya di bidang musik dan hiburan, yang semakin mengokohkan nama Indonesia sebagai negara dengan agenda tahunan festival musik jazz terbaik dan terbesar di dunia.

Selama delapan kali penyelenggaraannya sejak pertama digelar tahun 2005, Jakarta International Java Jazz Festival yang diprakarsai oleh pengusaha sekaligus tokoh mumpuni di dunia media dan hiburan Peter F. Gontha, mampu menarik perhatian dunia akan kiprah ibukota sebuah negara di alam kepulauan tropis dalam menyelenggarakan festival jazz bertaraf internasional yang dari waktu ke waktu menunjukkan komitmen dan eksistensinya yang tinggi di mata musisi, pencinta, industri, media dan komunitas jazz dunia, untuk menjadi yang terbaik dan terbesar, sehingga layak menjadi rumah yang nyaman bagi jazz dan pencintanya.

Pengunjung di depan pintu masuk Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 di area Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

Perjalanan jazz yang mampu berimbuh dan melebur dengan seni dan budaya yang beragam, bahkan di belahan bumi yang asing serta jauh dari tanah kelahirannya Amerika Serikat maupun Eropa, telah menuntun jazz dan pencintanya berlabuh menemukan rumahnya di festival musik kebanggaan Indonesia ini, sesuai dengan motto Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 “Where Jazz Finds A Home”.

When I think about Java Jazz, I feel like at home – Michael Paulo, musisi jazz  (saxophone) asal Amerika Serikat

Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 menampilkan sederetan panjang maestro dan legenda jazz lokal maupun internasional. Nama-nama besar di dunia musik jazz internasional seperti Herbie Hancock, Al Jarreau & George Duke Trio, Ron Carter, Pat Metheny, Bobby McFerrin, Poncho Sanchez, David Sanborn, The Manhattan Transfer, serta penyanyi legendaris Stevie Wonder, menjadi magnet bagi pencinta jazz lokal maupun mancanegara untuk datang menyaksikan langsung penampilan spesial mereka di perhelatan akbar jazz ini.

Kolaborasi Simon Grey asal Australia (electronic keyboard), vokalis grup jazz "Incognito" Tony Momrelle asal Amerika Serikat, serta musisi jazz Indonesia Indra Lesmana

Tidak hanya sampai di situ, adapula nama-nama lainnya seperti “The First Lady of Neo-Soul” Erykah Badu, Phil Perry, Frank McComb, Maurice Brown (Pemenang Grammy Award 2012, penghargaan musik tertinggi di dunia), Juilliard Jazz, Bobby Caldwell, Medeski Martin & Wood, Robert Randolph, Chante Moore, Mamas Gun, Taylor McFerrin, Nils Wongram, Alfredo Rodrigues, Gerald Albright, David Garfield, Duwende, Depapepe, Mayer Hawthorne & The County, Chris Standring, Jeff Lorber, Laura Fygi, Trintje Oosterhuis, Hector Infanzon, Bruce Hamada, D’Sound, Joey DeFrancesco, Yoshinobu Hara, Sheila E presents the E Family, Soil and “Pimp” Session, Jeff Pescato, Carl Allen, Dolf de Vries, Madeline Bell, Triba, Franck Amsallem, Dave Koz, Simon Grey dan Ron King Big Band.

Sedangkan musisi Indonesia yang berkesempatan tampil di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, tidak lain adalah para pendekar industri kreatif Indonesia khususnya di bidang musik yang selama ini tiada henti terus menghasilkan karya terbaik yang menghibur, mencerahkan, mendidik serta memberi inspirasi  sekaligus menyumbang kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional. Mereka mewakili lintas generasi insan kreatif Indonesia dengan beragam talenta dan virtuoso (keahlian yang luar biasa) di bidang musik, yang mendapat tempat istimewa di hati penggemarnya baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Monita Tahalea, salah satu penyanyi muda Indonesia dengan warna suara jazz yang khas. Album perdananya yang bergenre jazz, dirilis tahun 2010 dengan judul "Dream, Hope & Faith" yang diproduseri oleh Indra Lesmana.

Dira Sugandhi, Sandhy Sondoro dan Raisa membawakan Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" sebagai pembuka pertunjukan spesial penyanyi legendaris Stevie Wonder di Jakarta International DJarum Super Mild Java Jazz Festival 2012.

Penampilan Trio Lestari (Glenn Fredly, Tompi, Sandhy Sondoro) di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012. Selain memukau pengunjung dengan talenta vokal masing-masing personilnya, Trio Lestari juga mengkritisi kondisi bangsa yang semakin memprihatinkan lewat musik dan lagu, celoteh ringan, serta guyonan antar personil yang kerap membuat penonton terpingkal. Pertunjukan ini dipadati ribuan pengunjung yang kebanyakan adalah kaum muda.

Keberadaan mereka di festival ini, seperti halnya pada penampilan Indra Lesmana & Barry Likumahuwa, Raisa, Trio Lestari (Glenn Fredly, Tompi, Sandhy Sondoro),  dan lain-lain, berhasil menyedot begitu banyak pengunjung khususnya kaum muda yang rela antri dan berdesakan untuk menyaksikan penampilan mereka di festival bergengsi ini. Pemandangan serupa juga terlihat pada penampilan KLA Project, namun kali ini pengunjung yang menyaksikan rata-rata berusia lebih senior yang sangat menikmati suguhan KLA Project yang membawakan berbagai lagu hit mereka di era 90-an seperti “Yogyakarta”, “Tentang Kita”, “Tak Bisa ke Lain Hati”, dan lain-lain.

Even in US and Europe, you would rarely find young people watching jazz festivals. In Indonesia, there are a lot of young people attending the festival. That’s the most special element of this festival – Andy Suzuki, musisi jazz (saxophone, flute) asal Amerika Serikat

Walau tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran musisi internasional menjadi daya tarik utama di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, namun kehadiran musisi Indonesia di festival ini, baik sebagai pendatang baru dengan talenta yang luar biasa, musisi senior maupun maestro / legenda industri musik Indonesia, justru mampu menjadi tuan rumah dan salah satu faktor pendorong kedatangan banyak pengunjung di festival ini, baik dari dalam negeri maupun  luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan lain-lain.

Ribuan pengunjung lokal dan mancanegara, mulai menyemut dan memadati salah ruang pertunjukan Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 menjelang dimulainya penampilan musisi Indonesia maupun internasional.

Hal ini tentu saja sangat menggembirakan karena karya kreatif insan dan industri musik Indonesia bukan hanya dicintai di dalam negeri saja, namun juga diterima dan mendapat apresiasi tinggi dari pencinta musik mancanegara. Di satu sisi, Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012  mempunyai peran yang sangat besar dalam mendorong “Nation Branding” Indonesia (pengerahan segala potensi bangsa untuk membangun citra positif Indonesia dengan memperkenalkan berbagai karya kreatif anak bangsa di mata internasional), sekaligus menggenjot turisme dan  pariwisata lewat jalur musik dan hiburan.

Di sisi lain,  festival ini juga membuka peluang sebesar-besarnya kepada insan dan industri musik Indonesia untuk  dapat menampilkan dan mempromosikan produk dan karya terbaik mereka di hadapan pencinta musik lokal dan mancanegara, sekaligus membuka lebar kesempatan untuk dapat berkolaborasi dengan musisi internasional dalam upaya memajukan industri musik Indonesia untuk meraih pasar regional maupun global.

Berikut ini daftar lengkap musisi, maestro dan legenda musik Indonesia yang tampil di ajang Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012  :

Secara keseluruhan  Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 menggelar 18 panggung (15 indoor dan 3 outdoor)  yang menampilkan 70 pertunjukkan setiap harinya. Total musisi yang berpartisipasi sekitar 1500 orang, yang  terbagi menjadi 45 grup internasional dan 110 grup  Indonesia.

Walaupun Jakarta sempat diguyur hujan  saat penyelenggaraan festival ini berlangsung, namun tak mengurungkan niat para pencinta musik yang telah lama menanti festival musik jazz  terbesar dan terbaik di dunia  ini untuk datang di JIExpo Kemayoran untuk menyaksikan penampilan idola mereka. Total pengunjung selama tiga hari penyelenggaraannya diperkirakan sekitar 150 ribu orang lebih.

Konferensi pers jelang Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 bertempat di hotel Borobudur Jakarta. Dari kiri ke kanan : Handojo (Senior Brand Manager PT Djarum), Hesti Indah Kresnarini (Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI), Dewi Gontha, Peter F. Gontha, Eki Puradiredja, Paul Dankmeyer, Sapta Nirwandar (Wakil Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif), Poernomo B. Soetadi (Executive Vice President Customer Management & Marketing BNI)

Festival ini bukan saja diperuntukan bagi genre musik jazz semata, namun juga menghadirkan berbagai jalur musik lainnya yang mempunyai influence (pengaruh) terhadap perkembangan musik  jazz itu sendiri seperti : pop, soul, rock, r&b, gospel, world music / ethnic, dan lain-lain. Keberagaman genre musik yang disajikan pada festival ini membawa warna tersendiri, namun tetap terjaga keseimbangannya dengan menjadikan  jazz sebagai benang merahnya. Hal ini secara signifikan berhasil menggaet lebih banyak pengunjung yang datang dari berbagai kalangan dan usia, mulai dari kaum muda, profesional hingga senior. Mereka kebanyakan datang secara berkelompok ( 2 orang atau lebih), untuk bersama-sama menikmati secara langsung performance musisi idola mereka sesuai dengan genre musik yang disuka.

Khusus untuk genre musik jazz sendiri, pengunjung festival dimanjakan oleh penampilan musisi dari beragam aliran musik jazz. Mulai dari yang ringan dan cukup mudah dinikmati, bahkan bagi mereka yang awam akan jazz sekalipun  (pop-jazz, rock-jazz, acid jazz, urban-jazz, smooth jazz, dan lain-lain), hingga yang lebih berat dengan warna jazz yang kental serta sarat akan improvisasi (modern jazz, new orleans / classic-jazz, hard-bop, fusion-jazz, soul-jazz, nu-jazz, dan lain-lain).

Soil & "Pimp" Sessions, kelompok jazz asal Jepang dengan penampilan dan aksi panggung yang energik.

Disamping menampilkan musisi jazz papan atas baik lokal maupun internasional, Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012  juga mempersembahkan penampilan hasil kolaborasi antara musisi Indonesia dan internasional, serta serangkaian penghormatan (tribute) sebagai apresiasi atas berbagai mahakarya para tokoh musik Indonesia dan dunia diantaranya : “Tribute to Bing Slamet & Sam Saimun”, “Tribute to Benyamin Sueb”, “Tribute to Utha Likumahuwa”, “Tribute to Herbie Hancock, A Collaboration Project” , serta special project “In Memoriam of Bubi Chen” sebagai penghormatan kepada Almarhum Bubi Chen atas keindahan permainan pianonya, konsistensi dan ketegarannya untuk selalu hadir di kehidupan Jazz Indonesia.

Grace Simon tampil dalam Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 "Tribute to Benyamien S. & Sam Saimun"

Indra Lesmana dan Bob Tutupoly dalam Special Project "In Memoriam of Bubi Chen".

Penampilan Dewa Bujana Cs dalam special project "In Memoriam of Bubi Chen"

Keberhasilan penyelenggaraan Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras serta sikap profesional yang ditunjukkan oleh penyelenggara PT Java Festival Production pimpinan Peter F. Gontha (Founder & Chairman), Paul Dankmeyer (Program & Artistic Director), Dewi Gontha (Production & Marketing Director), Eki Puradiredja (Program & Artists Relations Coordinator), Widyasena Sumadio (Promotions), beserta staf lainnya, serta dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta seperti :  Djarum Super Mild (PT Djarum) sebagai sponsor utama festival ini, BNI yang telah mendukung festival ini sejak pertama digelar tahun 2005, Tebs, Garuda Indonesia, Telkomsel, First Media, dan lain-lain, serta dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta.

Untuk tahun 2012 ini Jakarta International Djarum Super Java Jazz Festival 2012 menghadirkan nuansa baru yang lebih nyaman, aman dan menyenangkan dengan  sejumlah gimmick menarik, Augmented Reality (AR) – Wall of Fame – Mini Stage yang dapat digunakan pengunjung untuk berfoto bersama musisi idolanya, berbagai fasilitas untuk menunjang akomodasi pengunjung selama perhelatan jazz kelas dunia ini berlangsung seperti sarana lounge dan tempat makan-minum (food stage) yang luas dengan berbagai pilihan kuliner khas Indonesia yang memberi pengalaman kuliner tersendiri bagi musisi dan pengunjung mancanegara,  dan berbagai fasilitas pendukung berteknologi tinggi seperti  monitor multi-touchscreen untuk mengetahui informasi lengkap seputar festival,  serta monitor LED berukuran besar yang tersebar di berbagai lokasi JIExpo.

Banyak pengunjung menyempatkan diri untuk berpose bareng di area mini stage dimana terdapat berbagai poster musisi jazz dunia yang menjadi ikon Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012.

Info lengkap seputar Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 dapat diakses pengunjung melalui monitor multi-touchscreen yang tersebar di berbagai lokasi festival.

Tiga Alumni SMAN 3 Bandung, dari kiri ke kanan : Lina (Balikpapan), Tuyu (Jakarta), Yanti (Bandung), berkumpul di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 untuk bersama-sama menyaksikan berbagai pertunjukkan jazz dari musisi lokal dan mancanegara. Usai berfoto bareng, mereka pun bergegas menuju A2 BNI Hall untuk menyaksikan "Twilite Orchestra - Symphonic Jazz".

Menurut pantauan NihDia.com, PT Java Festival Production yang menggandeng Djarum Super Mild (PT Djarum) sebagai sponsor utama festival bergengsi ini, sangat berhasil dalam menyelenggarakan festival musik bertaraf international yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi siapapun yang terlibat di dalamnya baik musisi, pengunjung maupun komunitas jazz yang hadir di sana, termasuk media (cetak / elektronik / online) yang mendapat berbagai kemudahan untuk meliput ke seluruh pertunjukan serta tersedianya fasilitas media center yang sangat membantu berbagai media dalam menjalankan tugas peliputannya.

Bahkan Peter F. Gontha sendiri tidak segan turun tangan secara langsung membantu media yang hadir (baik dalam dan luar negeri) yang nyaris tidak mendapat izin masuk untuk mengambil foto pertunjukan Stevie Wonder karena ketatnya aturan yang diberlakukan pihak manajemen artis legendaris dunia ini. Beruntung berkat pendekatan yang dilakukan oleh pengusaha dan tokoh terkemuka media dan hiburan Indonesia ini, akhirnya izin pun diberikan kepada media untuk dapat mengambil foto pertunjukan Stevie Wonder, walau untuk itu setiap media diharuskan menandatangani dan menyerahkan secarik kertas berisi pernyataan untuk mengikuti aturan peliputan foto yang ketat.

Beberapa foto Stevie Wonder saat tampil di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 201, dapat dilihat melalui galeri foto yang disertakan di sini.

Tema yang diusung pada Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 yaitu “Where Jazz Finds A Home”  (“Dimana Jazz Menemukan Rumahnya”),  sungguh sangat tepat yang memperlihatkan dinamika perjalanan kreatif suatu festival bertaraf internasional yang semakin matang dari waktu ke waktu serta terus menunjukan perkembangan yang pesat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas musisi jazz lokal dan internasional yang berpatisipasi, serta apresiasi tinggi pencinta musik jazz lokal dan mancanegara yang tercermin dari padatnya pengunjung yang menyaksikan berbagai pertunjukan yang ditawarkan festival  ini.

Handojo selaku Senior Brand Manajer PT. Djarum mengatakan, “Djarum Super Mild Java Jazz Festival adalah pesta jazz di Indonesia untuk Indonesia dan dunia dimana dalam pesta ini musisi nasional maupun internasional bertemu, berkolaborasi, berkarya tanpa membedakan asal usul, agama, maupun ras. Spirit jazz yang bebas dan penuh improvisasi membawa semua perbedaan luruh dan menyatu. Festival ini bisa menjadi oase yang menyejukkan dari kehidupan berbangsa kita yang cukup menyesakkan beberapa tahun terakhir ini”.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jakarta International Djarum Super Mild Java 2012 dapat diakses melalui :

 



Galeri Foto Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012


Foto : Didi S. – NihDia.com
Sumber : JJF 2012, situs resmi, press-release Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori “Entertainment Application”. Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*