Karya Cipta Mahasiswa / Pelajar Indonesia, Raih Juara (Winner) & Runner-up (Merit Award) APICTA 2011

Tim Indonesia yang terdiri dari mahasiswa / pelajar dan profesional di bidang ICT, yang sebelumnya adalah para pemenang lomba INAICTA 2011, berhasil meraih penghargaan bergengsi di ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 8 – 11 November 2011 di Pattaya, Thailand.

Secara keseluruhan Tim Indonesia tahun 2011 ini menyabet satu penghargaan sebagai juara (winner), serta tiga penghargaan sebagai runner-up / merit award (selisih skor kurang dari 5% dari winner). Tahun 2010 lalu, Indonesia berhasil meraih satu juara (winner) pada kategori Secondary Student Project, melalui karya berupa kumpulan program game edukasi sederhana yang dibuat menggunakan Adobe Flash Lite untuk ponsel Nokia E71 dengan judul “My Mom’s Mobile Phone As My Sister’s Tutor” (Ponsel Ibuku Untuk Belajar Adikku) karya Fahma Waluya Rosmansyah dan adiknya Hania Pracika Rosmansyah.

Untuk  satu penghargaan juara (winner) yang diraih Tim Indonesia di ajang APICTA 2011 ini, diperoleh pada kategori e-Inclusions & e-Community, melalui aplikasi ISARA karya Mahasiswa Institut Teknologi TELKOM Bandung, yang terdiri dari Rizky Ario Nugroho, Muhammad Taufik IsmailAsendia Mayco, M. Endri Irfanie dan Ahmad Agung Ahkam.

Aplikasi ISARA  merupakan aplikasi kamus bahasa isyarat berbasis NUI (Natural User Interface). Aplikasi ini diperuntukan bagi tuna rungu wicara dan  siapa pun yang ingin  belajar bahasa isyarat. Dengan menggunakan Kinect sebagai sensor penggerak. Aplikasi  ISARA dimaksudkan agar  belajar bahasa isyarat menjadi interaktif, realtime dan menyenangkan.

Sedangkan tiga penghargaan runner-up (merit award) APICTA 2011 diperoleh melalui :

  • Aplikasi SPARKINS  karya Institut Teknologi Telkom Bandung dan Aplikasi Virtual Pet karya Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB). Kedua aplikasi ini sama-sama meraih Runner-Up / Merit Award  pada kategori Tertiary Student Project APICTA 2011
  • dan Aplikasi SUROBOYO karya Darren Limantara, Yeremia Evian Hartono, Gisella Michelle Crystalia (Runner-Up / Merit Award pada kategori Secondary Student Project APICTA 2011)

Aplikasi SPARKINS merupakan aplikasi  berbasis  sentuh untuk pembelajaran mesin tik perkins bagi anak-anak penyandang tuna netra. Aplikasi tersebut merupakan solusi terhadap baca dan tulis untuk tuna netra pada komputer tablet. Aplikasi ini  menggunakan  sistem  Chording Perkins Braille. Tim Sparkins terdiri dari 6 Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Bandung yang terdiri dari M. Endri Irfanie, Dwi Cahyo Nugroho, Arnanto Akbar, Asendia Mayco, Ahmad Agung Ahkam dan Gita Savitri Putri.

Virtual Pet adalah aplikasi hewan peliharaan interaktif berbasis media digital yang diciptakan untuk memberikan pengalaman yang luar biasa pada para pengguna dalam merawat hewan peliharaan mereka melalui simulasi yang nyata. Binatang yang dirancang sebagai hewan peliharaan dalam Virtual Pet adalah binatang langka dan hampir punah di Indonesia. Ini dimaksudkan agar pengguna tersentuh secara emosional dengan hewan peliharaan mereka dan dengan demikian akan menciptakan kesadaran akan  pentingnya konservasi bagi satwa langka dan hampir punah di Indonesia. Tim Virtual Pet terdiri dari Reza Darmakusuma, Fajar Persada Supandi, M. Hakim Adiprasetya, Rizki Fauzian, Wisnu Suswantoro dan Diotran Henriyan.

Sedangkan aplikasi SUROBOYO yang dikembangkan oleh tiga siswa Intan Permata Hati (IPH) School Surabaya, merupakan aplikasi penyaring konten asusila, perjudian dan kata umpatan. Aplikasi Suroboyo selain bisa memindai window, tab, dan file, memiliki fitur-fitur yang terus berkembang. Beberapa fitur tambahan seperti pemindai papan ketik, pemindai gambar, kontrol waktu, dan kata kunci tambahan. SUROBOYO bisa diperoleh secara gratis. Untuk saat ini hanya tersedia di sistem operasi Windows, namun sangat terbuka kemungkinan untuk mengembangkan ke sistem operasi iOS dan Linux. Aplikasi SUROBOYO ini dikembangkan dengan bahasa pemrograman berbasis C++,  sehingga tidak berat dan bisa bekerjasama dengan berbagai aplikasi antivirus.

Prestasi Tim Indonesia di ajang APICTA 2011 ini tentu saja sangat membanggakan. Untuk berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang dan dinobatkan menjadi karya cipta terbaik di ajang kompetisi ICT tingkat Asia Pacific ini, sangatlah berat dan ketat. Seluruhnya ada 15 negara yang mengikuti kompetisi bergengsi ini. Selain Indonesia, peserta berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Brunei Darrusalam, Srilangka, Hongkong, Pakistan dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya.

APICTA merupakan ajang penghargaan yang digelar setiap tahun yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ICT dalam masyarakat dan membantu menjembatani kesenjangan digital. Ajang ini memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan dan produk benchmarking untuk inovator ICT dan pengusaha di wilayah Asia khususnya. Selain itu, program inipun dirancang untuk merangsang inovasi TIK, kreativitas, meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi, dan menawarkan peluang bisnis.

Selamat untuk Tim APICTA Indonesia …

 


Sumber : Situs Resmi & Twitter peserta APICTA 2011 dan berbagai sumber lainnya (IT Telkom, Pikiran Rakyat Online, STEI ITBChip Online )

Baca tulisan lainnya :

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori “Entertainment Application”. Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*