Ford Foundation Luncurkan Cipta Media Bersama, Hibah Terbuka Untuk Publik Senilai 8,5 Milyar Rupiah

Press Conference Peluncuran Cipta Media Bersama

Peluncuran secara resmi program "Cipta Media Bersama", hibah terbuka untuk publik senilai 1 Juta Dollar AS (8,5 Milyar Rupiah) dengan dukungan penuh dari Ford Foundation, Wikimedia Indonesia, ICT Watch, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia

Ford Foundation bersama tiga organisasi pendukungnya yaitu : Wikimedia Indonesia, ICT Watch dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, secara resmi meluncurkan “Cipta Media Bersama” di Jakarta,  15 Juli 2011 lalu. Hibah media terbuka untuk publik ini diharapkan dapat memunculkan ide / inisiatif baru sebagai contoh terbaik yang dapat memperbaiki kondisi media di Indonesia.

Hibah senilai satu juta dolar AS (setara dengan 8,5 milyar rupiah) ini pada seleksi awalnya akan melibatkan publik untuk memilih lima terbaik melalui situs web www.ciptamedia.org, sementara panitia yang berasal dari organisasi pendukung akan meneruskan dua puluh lima inisiatif terbaik pada Tim Penasihat dan Seleksi Akhir. Tim Penasihat dan Seleksi Akhir yang terdiri dari 9 (sembilan) ahli di bidang masing-masing akan menentukan inisiatif yang akan menerima hibah pada 7 November 2011.

Cipta Media Bersama adalah hibah terbuka yang mengajak individu atau organisasi memunculkan ide baru dan segar dalam praktek bermedia yang mampu membuat perbaikan media di Indonesia. Hibah terbuka ini menyediakan dukungan sebesar satu juta dolar AS bagi inisiatif-inisiatif yang dapat menjadi contoh praktek terbaik dalam kebhinekaan, kesetaraan, kebebasan dan etika bermedia. (Cipta Media Bersama)

Empat topik yang digariskan sebagai pilihan untuk permintaan Hibah Media Terbuka ini adalah :

  • Meretas Batas – Kebhinekaan Bermedia
  • Keadilan dan Kesetaraan Akses Terhadap Media
  • Kebebasan dan Etika Bermedia
  • Pemantauan Media

Hibah Cipta Media Bersama diharapkan dapat menimbulkan rangsangan agar publik yang peduli dapat didanai untuk menciptakan proyek-proyek dalam empat topik di atas. Keempat topik ini kemudian dibungkus dalam kategori materi (konten), teknologi, aksi, pemantau, mediator, dan strategi kreatif terpadu. Seluruh topik dan pengkategoriannya diharapkan secara lokal, merangsang masyarakat menyadari media disekitarnya, membuka akses, dan menawarkan solusi untuk masalah media dalam masyarakat, baik di kota, desa, ataupun di daerah-daerah yang secara tradisional menginginkan akses namun tidak memilikinya.

Kesempatan lain yang juga dibuka oleh teknologi adalah ruang cipta untuk inovasi baru melalui media untuk perbaikan sosial oleh masyarakat yang berada dalam jaringan (online) dalam penggunaan media.

Dengan sistem partisipasi terbuka masyarakat diharapkan ikut mendukung dan termotivasi untuk program-program rintisan baru yang dapat membuktikan bahwa media dan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk layanan publik yang lebih baik. Melalui hibah diharapkan informasi benar, berguna, dan akurat dapat disampaikan menggunakan teknologi yang tepat pada masyarakat yang membutuhkannya sehingga mendorong kebijakan untuk media yang lebih baik.

David Hulse, Ford Foundation Country Representative dalam sambutannya menyatakan bahwa Ford Foundation menyadari bahwa apapun masalahnya ada satu benang penghubung yang mengikat persoalan-persoalan mendasar didunia yaitu keadilan sosial. Menurut David kebebasan berpendapat sangat mendasar dan kebutuhan yang sangat penting untuk dilindungi lebih dahulu daripada kebutuhan sandang, pangan dan papan.

Heidi Arbuckle sebagai Kepala Bidang Media Ford Foundation mengemukakan bahwa hibah ini diharapkan tidak saja untuk menciptakan inisiatif baru, namun juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli tentang hak dan tanggung jawab mereka sebagai pengguna dan pelaku media.

Tokoh media Indonesia, Wimar Witoelar, yang dikenal kritis akan media mengajak publik untuk ikut berpikir bersama dan berpikir ulang terhadap kebijakan dan peraturan media lama apakah tepat untuk media baru dan praktek-praktek baru terhadap media kini. Selanjutnya Onno W. Purbo menambahkan bahwa inisiatif ini akan dapat menjadi fondasi penting untuk mengubah paradigma masyarakat Indonesia dengan cara memberikan contoh terbaik.

Bagi Anda yang mempunyai ide / inisiatif yang baru dan segar,  serta mampu berkontribusi membuat perbaikan terhadap keadaan media di Indonesia,  segeralah ajukan karya Anda. Pendaftaran aplikasi hibah akan ditutup pada tanggal 15 September 2011.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran aplikasi hibah terbuka secara online, dapat diakses melalui situs resmi Cipta Media Bersama www.ciptamedia.org


Foto: Cipta Media Bersama
Sumber : Siara Pers, situs resmi & facebook Cipta Media Bersama, Situs Wikimedia Indonesia

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori “Entertainment Application”. Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*