Finalis IYCE AWARD 2010

International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Award 2010 yang diselenggarakan oleh British Council Indonesia bekerjasama dengan instansi, lembaga, organisasi, asosiasi, media, serta komunitas kreatif Indonesia telah memasuki tahap akhir.

Dewan Juri IYCE 2010 yang terdiri dari para profesional dan ahli di bidang Screen (Film) dan Interactive, telah memilih masing-masing sepuluh wirausahawan muda kreatif, inovatif, idealis dan berani mengambil resiko, sebagai finalis kompetisi IYCE Award 2010 pada kategori Screen (Film) dan Interactive.

Seluruh finalis mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih gelar jawara IYCE 2010 yang akan ditentukan melalui penilaian tahap akhir berupa presentasi karya masing-masing dan interview di hadapan Dewan Juri IYCE pada tanggal 21-23 September 2010. Pemenang IYCE Award 2010 akan mewakili Indonesia di ajang IYCE Screen & Interactive Awards yang akan diselenggarakan pada akhir Oktober 2010 di London, Inggris.

Puncak acara IYCE 2010 adalah malam penganugerahan pemenang IYCE yang akan diselenggarkan pada tanggal 23 September 2010. Pada puncak acara IYCE tersebut rencana akan dihadiri pula oleh Ian Livingstone, Bapak industri konten dan game komputer asal Inggris. Ian Livingstone saat ini memimpin Eidos Interactive, publisher game komputer terkemuka asal Inggris yang sangat sukses dengan karya-karya komputer / video game seperti Tomb Raider, Hitman, Championship Manager, dan lain-lain.

Gusni Puspitasari selaku Media Relations British Council menjelaskan bahwa kehadiran Ian Livingstone di Indonesia dalam rangka pengumuman pemenang International Young Creative Entrepreneur (IYCE) dan Community Entrepreneur Challenge (CEC) award 2010. Ian Livingstone akan secara khusus menyerahkan penghargaan kepada pemenang IYCE dan CEC Award 2010.

Lebih lanjut Gusni Puspitasari menjelaskan bahwa Ian Livingstone juga akan memberikan workshop khusus untuk para pengembang game dan konten kreatif Indonesia yang diselenggarakan atas kerjasama British Council dengan Kaskus dan BINUS University. Diharapkan kehadiran Ian Livingstone di Indonesia memberikan banyak manfaat bagi perkembangan industri kreatif khususnya game / permainan interaktif dan kreasi konten digital di tanah air.

Selain itu, British Council bekerjasama dengan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi (MIKTI), rencana akan menghadirkan pula Ian Livingstone sebagai pembicara pada roadshow kreatif di Yogyakarta dan Jakarta.

FINALIS IYCE AWARD 2010

Berikut ini adalah daftar finalis IYCE 2010 (Sumber: Website British Council Indonesia) :

FINALIS IYCE 2010 – KATEGORI SCREEN (FILM)

  • Anggun Priambodo (Jakarta, 33 th) adalah pemilik perusahaannya sendiri di Jakarta yang memproduksi film pendek, video art, video musik, dan juga iklan komersial. Karya musik videonya membantu band-band indie ternama tampil dengan video yang layak, termasuk Pure Saturday, Efek Rumah Kaca, The Brandals, and  White Shoes and The Couples Company. Saat ini Anggun terlibat dalam workshop film yang melibatkan 40 SMU di Ambon, Maluku. Rencananya hasil workshop ini akan ditonton ribuan orang di tempat terbuka.

  • Aoura Lovenson Chandra (Jakarta, 28 th), direktur Simple Media, perusahaan yang bergerak dalam bidang creative media di Jakarta. Aoura juga terlibat di Yayasan Goelali, yang setiap tahun menyelenggarakan Goelali Children Film Festival. Di tahun pertama festival ini menarik 5000 pengunjung, dan jumlahnya melonjak tiga kali lipat pada penyelenggaraan tahun kedua. Aoura adalah finalis IYCE Screen Award 2009.

  • Dhani Agustinus Syah (Palembang, 31 th), pemilik Dpro, perusahaan Jakarta yang mempromosikan film-film baru, baik independen maupun komersil seperti Lourdes, Oceans, dan Babies. Lingkup pekerjaan ini termasuk membuat flyer, banner, desain poster, foto dan video untuk keperluan dokumentasi. Lewat usahanya Dhani juga membantu menghubungkan para produser film untuk menemukan partner yang tepat untuk mendistribusikan film-filmnya lebih luas.

  • Dinna Jasanti (Jakarta, 26 th), pendiri dan direktur Yayasan Goelali yang berbasis di Jakarta. Festival ini telah berbagi keceriaan lewat dua kali Goelali Children’s Film Festival yang dikunjungi 20 ribu orang. Festival ini juga menjadi ajang bagi anak untuk mamerkan inovasi dan kreasi mereka untuk diapresiasi publik. Sebagai produser, Dinna mendapatkan Special Appreciation Award untuk film “Burung Burung Kertas” di Bali International Film Festival 2006.

  • Endang Samadikun (Jakarta, 35 th), pendiri dan direktur POS(H)A perusahaan yang berangkat dari mimpinya untuk menulis cerita anak. Hanya saja sekarang mediumnya adalah gambar bergerak. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini menyediakan jasa mulai dari konsep visual untuk desain bergerak sampai dengan produksi dan finishing animasi. Tahun ini, bekerja sama dengan Ruang Rupa untuk UNESCO, POS(H)A juga tengah merancang visual untuk kegiatan belajar mengajar agar lebih menarik dan mudah dipahami.

  • Marlin Sugama (Bandung, 30 th), co-partner di Main Studios yang didirikan untuk mengembangkan IP (intellectual property) di lapangan hiburan digital, seperti animasi, videogames dan komik elektronik. Studio yang berlokasi di Jakarta Barat ini juga menjadi kisah sukses Blender, software animasi open source yang dipakai oleh industri animasi lokal sebagai alternatif software asing yang kelewat mahal.

  • Mohammad Sholikin (Bojonegoro, 27 th), pemilik studio Gathotkaca di Surabaya. Studio ini banyak mengambil ikon kesenian tradisional dalam produksi film animasinya. Solikhin juga bergerilya menjual merchandise dari animasinya untuk membiayai aktivitas, seperti ekshibisi dan workshop animasi.  Hasilnya Gathotkaca sekarang punya ekshibisi-mininya sendiri yang diberi nama Surabaya Animation.

  • Nauval Yazid (Malang, 31 th), manajer festival Jakarta International Film Festival (JIFFest). Jiffest adalah pionir festival film di Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan publik sinema Indonesia, dibuktikan dengan tingkat keterisian pengunjung yang mencapai rata-rata 77% tiap tahunnya. Nauval Yazid juga adalah finalis IYCE Screen 2008.

  • Perdana Kartawiyudha (Mojokerto, 25 th), pendiri dan direktur Serunya Scriptwriting, pusat pengembangan dan pelatihan penulisan skenario pertama di Indonesia. Bengkel penulisan di Jakarta ini bersifat terbuka, hampir seluruhnya gratis dan diadakan setiap bulan, sejak 2007. Hasilnya beberapa alumninya sudah menjadi penulis skenario profesional untuk film, film serial, komedi situasi, dan dokumenter.

  • Yosep Anggi Noen (Sleman, 27 th), pendiri Limaenam Films di Sleman, Yogyakarta. Dengan kepercayaan tinggi pada sumber daya lokal, perusahaan ini telah memproduksi film-film pendek, dokumenter, dan produksi video komersial. Dan hasilnya beberapa produksi mereka sudah diikutkan dalam festival berkelas di Rotterdam, Singapore, Berlin, Manila, dan Mumbai. Co-founder Jogja NETPAC Asian Film Festival ini juga menerima penghargaan Piala Citra 2008 untuk Film Pendek Terbaik.

FINALIS IYCE 2010 – KATEGORI INTERACTIVE

  • Chandra Tresnadi (lahir di Bandung, 1979) adalah pemilik NITIKI (dibaca: Niti’i), Participatory-Game Batik yang berpusat di Bandung. Chandra menekuni seni batik sejak 2001 dalam berbagai aplikasi, seperti interior dan fashion, sebelum akhirnya mengubah batik menjadi game digital. Game ini juga mendapatkan menjadi pemenang dalam kategori Digital Interactive Media di Indonesia ICT Award 2010 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI 2010. NITIKI juga diniatkan sebagai pengantar atau media untuk pengetahuan soal batik Indonesia.

  • Dibya Pradana (lahir di Jayapura, 1975) adalah direktur Ayo Foto!  agensi/bank foto pertama di Indonesia yang berbasis komunitas di Jakarta. Saat ini jumlah anggotanya sudah lebih dari 35.000 orang dan terus bertambah. Secara periodik, Ayo Foto! juga membuat workshop untuk memperkenalkan bisnis photo stock kepada komunitas-komunitas kreatif juga menghubungkan industri fotografi dengan para fotografer.

  • Is Yuniarto (lahir di Semarang, 1981) adalah artis komik, animator, sekaligus pemilik Wind Rider Studio, perusahaan Surabaya yang bergerak dalam penerbitan komik, pengembangan game online, produksi animasi, dan juga produk turunan dari karakter komik. Studio ini juga menelurkan komik ‘Garudayana’, yang menggabungkan karakter wayang dan ornamen batik dalam gambar. Komik ini diganjar ‘Lollipop’ Award dari majalah anak XY Kid.

  • Kevin Mintaraga (lahir di Jakarta, 1985) adalah komandan dari 50 pekerja ahli digital yang bernaung di bawah PT. Magnivate Group, perusahaan konsultan digital Asia Pasific yang berbasis di Jakarta. Termasuk dalam deretan kliennya adalah Frisian Flag, Danone, Kimberly-Clarke, Unilever, Kao, Castrol, Pocari Sweat and Nestlé. Kantornya juga Yayasan Peduli Danamon dalam “Nothing Wasted”,  program pengolahan sampah pasar tradisional menjadi pupuk organik. Program ini menjadi runner up dalam BBC World Challenge.

  • Muhamad Lukman (lahir di Jakarta, 1978) adalah Head of Design sekaligus pendiri Pixel People Project perusahaan yang didedikasikan untuk riset dan desain di Bandung. Saat ini Pixel People Project sedang mengerjakan Batik Fractal, sebuah riset yang menggabungkan matematika, seni batik tradisional, dan teknologi. Hasilnya adalah jBatik, sebuah software yang mengkreasikan pola-pola batik turunan dari formula matematik.

  • Pitra Satvika (lahir di Jakarta, 1975) adalah manajer interactive communications sekaligus pemilik PT Strategi Optima (STRATEGO) di Jakarta. Perusahaannya menyediakan jasa konsultasi online untuk pemasaran brand, kampanye media sosial, dan pengembangan web. Sejak 2008, bersama teman-temannya Pitra meluncurkan FreSh (Freedom of Sharing) sebuah aktivitas berbagi online yang ditujukan untuk orang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kompetensi agar muncul ide-ide segar.

  • R. Galuh Kesumanjati (lahir di Jakarta, 1974 ) adalah pemilik KAMAR , ruang marketing interaktif virtual dengan konsep kamar tidur di Jakarta. KAMAR bukan sekadar memajang barang dan menjualnya, tapi juga media sosial tempat ide dan kreativitas dipertukarkan. KAMAR juga mendukung kampanye sosial bersama seniman Irwan Ahmett dan Indonesia Unite.

  • Ryan Koesuma (lahir di Jakarta, 1985) adalah inisiator sekaligus penanggung jawab utama Deathrockstar.info sebuah majalah web musik yang memproduksi features, review, diskusi mailing list, sekaligus acara-acara offline dari Bandung Saat ini, Deathrockstar.info dikunjungi lebih dari 80.000 pengunjung unik setiap bulan.

  • Selina Limman (lahir di Manchester, 1982) adalah pendiri Urbanesia.com, sebuah direktori online di Jakarta yang memampang produk dan jasa, yang menjadi jembatan antara warga kota dan pemilik bisnis, termasuk yang berskala kecil. Laman ini unik karena memungkinkan interaksi antara konsumen dan pemilik usah lewat fitur reward point dan voucher. Tahun ini Selina mendapatkan Young Caring Professional Award dari Martha Tilaar.

  • Tuhu Nugraha Dewanto (lahir di Sorong, 1981) adalah Social Media Specialist di Virtual Consulting perusahaan konsultan pemasaran dan komunikasi berbasis online di Jakarta. Tuhu juga sukses membawa 30 orang Hong Kong untuk melakukan kegiatan sosial di Indonesia lewat kampanye on line “We Listen To You”. Brand yang dikelola Virtual Consulting termasuk Soyjoy dan Centro.

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori “Entertainment Application”. Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*