Sholahudin Fuadi, pemilik sekaligus direktur marketing Haula Toys

Di salah satu sudut Pesta Buku Jakarta yang berlangsung tanggal 2 s/d 11 Juli 2010, ada sebuah stan mungil yang sempat membuat NihDia.com berhenti sejenak untuk mengamati produk apakah gerangan yang ditawarkan. Ternyata dari pengamatan sekilas saja, agak sulit untuk memperoleh jawabannya.

Di stan ini ada berbagai kliping koran yang terpajang di dinding,  piagam dan piala penghargaan, tas, serta beberapa alat peraga / permainan yang tersusun rapi di rak display. Pemilik stan pun terlihat sibuk mengerjakan sesuatu dengan netbooknya.

“Produk kami adalah alat-alat peraga pendidikan dan mainan edukatif yang banyak digunakan di  lembaga pendidikan / sekolah /  PAUD / TK dan masyarakat umum,” jelas Sholahudin Fuadi, pemilik sekaligus direktur marketing Haula Toys saat memulai perbincangan dengan NihDia.com.

“Stan kecil ini  memang khusus menginformasikan berbagai pencapaian yang telah diraih Haula Toys. Selain itu di sini saya tetap bisa bekerja menyusun proposal yang harus diselesaikan segera.  Untuk aneka produk lengkap Haula Toys, ada di stan sebelah. Seluruhnya ada 3 stan,” tambah Fuad, panggilan akrab bapak empat orang  putri dengan istri Ummu Masmuah ini.

Stan Haula Toys di Pesta Buku Jakarta 2010

Lebih lanjut Fuad menjelaskan bahwa Haula Toys saat ini sudah memproduksi ribuan jenis alat peraga edukasi dan mainan edukatif yang dipasarkan ke berbagai sekolah, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK maupun langsung ke masyarakat umum. Selain itu Haula Toys juga dipercaya untuk memenuhi pesanan beberapa instansi pemerintah seperti dinas pendidikan dan dinas kesehatan, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

Produk alat peraga edukasi dan mainan edukatif Haula Toys, saat ini juga sudah digunakan untuk mendukung program Mobil Pintar yang dipelopori oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) pimpinan Ibu Ani Yudhoyono. Untuk seluruh produksinya, Haula Toys menggunakan bahan / material serta cat yang aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Aneka puzzle kayu untuk melatih konsentrasi memasang ke bentuk semula

Menurut Fuad, banjirnya produk mainan impor baik dari China maupun negara-negara lain seperti Jepang, Amerika maupun Eropa tentu menjadi tantangan berat bagi produsen mainan lokal seperti Haula Toys. Produsen mainan lokal tentu sulit bersaing dengan produk mainan impor dalam hal harga, design, penguasaan teknologi, ketersediaan bahan baku, dan aspek non-teknis lainnya seperti birokrasi, perizinan, legalitas, HKI dan lainnya.

Fuad pun melanjutkan, produsen mainan lokal harus mensiasatinya dengan menghasilkan produk kreatif yang berbeda dengan produk impor  dan selalu mencari peluang untuk membuka pasar yang masih belum banyak disentuh oleh produk impor. Tentunya dengan tetap menjaga kualitas dan mengakomodasi isu global mengenai lingkungan dengan memperhatikan faktor kesehatan dan keamanan produk, terutama dengan memilih bahan dan material yang aman dan tidak membahayakan kesehatan. Selain itu aspek legalitas usaha seperti perijinan, perlindungan merk / HKI, perpajakan pun  harus dibenahi dan dilengkapi sehingga memudahkan dalam pengembangan usaha dan kerjasama dengan lembaga / instansi lainnya.

Berkat kejelian pasangan Ummu Masmuah dan Sholahudin Fuadi untuk  menyasar segmen pasar alat peraga edukasi dan mainan edukatif, Haula Toys pun mampu bertahan bahkan berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun. Berbekal kreatifitas dan pengalaman langsung Ummu sebagai tenaga pengajar, serta kepiawaian Fuad meracik strategi pemasaran yang tepat, Haula Toys yang menggunakan perusahaan dengan bendera PT. Haula Sejahtera ini pun semakin berkibar.

Pengunjung sedang memperhatikan aneka produk mainan edukatif Haula Toys

“Saat banyak perusahaan berjatuhan akibat krisis ekonomi di tahun 1998, usaha alat peraga edukasi dan mainan edukatif kami justru eksis dan mampu bertahan,” ungkap Fuad mengenang kembali usaha dan kerja keras yang dilakukannya bersama istri tercinta saat merintis Haula Toys.

Lebih lanjut Fuad mengungkapkan bahwa Ummu lah yang pertama kali menggagas ide untuk membuat mainan edukatif untuk anak-anak mereka pada tahun 1998. Saat itu di pasaran masih sulit mencari mainan edukatif yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kalaupun ada, harganya sangat mahal karena produk mainan sejenis masih sedikit dan hanya diimpor dari Jepang, Amerika atau Eropa. Akhirnya mereka berhasil membuat mainan edukatif berbentuk puzzle dari bahan kayu, yang kemudian diproduksi dan ditawarkan secara terbatas.

Aneka alat peraga edukatif untuk anak

Pada perkembangan selanjutnya, mainan edukatif kreasi Ummu dan Fuad semakin banyak dikenal dan diminati masyarakat. Mereka pun mulai kebanjiran pesanan dan mulai mempekerjakan beberapa tenaga pengrajin, serta bekerjasama dengan beberapa perusahaan pemasok bahan baku seperti kayu dan lain-lain.

Saat ini Haula Toys mempekerjakan puluhan tenaga pengrajin dengan 3 sentra produksi di Jatinegara, Depok dan Bekasi. Selain itu, Haula Toys pun mempunyai program khusus bagi karyawan mereka yang berminat membuka usaha sejenis, untuk dikembangkan sebagai plasma yang nantinya memasok kebutuhan Haula Toys yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Satu hal lagi yang patut diajungi jempol dari strategi bisnis Haula Toys adalah mereka memberi kesempatan secara terbuka kepada siapapun yang peduli terhadap pendidikan anak usia dini untuk bergabung sebagai Agen Haula Toys. Ini tentu saja akan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Tingkat keuntungan yang ditawarkan untuk Agen Haula Toys pun cukup menarik, berkisar antara 20 hingga 30 persen.

Boneka kreasi Haula Toys

Kolaborasi Ummu Masmuah dan Sholahudin Fuadi pun terus berlanjut, merekapun terus mengembangkan bisnisnya ke bidang yang lebih luas dengan mendirikan Rumah Kreativitas Haula, Haula Publishing, dan lain-lain. Semoga kolaborasi pasangan ini menjadi sumber kekuatan, inspirasi dan penggerak roda dinamika industri mainan Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Haula Toys, dapat diakses melalui situs resminya di alamat http://www.haulaedutoys.com

Didi Sutadi

Founder NihDia.com. Karir di bidang IT diawali sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT yang menggarap beberapa proyek bank pemerintah. Kemudian berlanjut sebagai senior IT di beberapa perusahaan manufacturing di Jakarta. Hobi dan ketertarikannya di bidang komputer dan programming, membuatnya tetap berkarya dengan mengembangkan beberapa permainan game komputer. Pada tahun 2002 & 2003 terpilih mewakili Indonesia pada ajang Asia Pacific ICT Awards untuk kategori "Entertainment Application". Sejak tahun 2007 merintis usaha di bidang IT & Multimedia, Web Development dan Graphic Communication.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn